Senin, 4 Mei 2026

Fashion

Dulu Haram Pakai Sepatu Sandal dan Kaus Kaki, Bagaimana dengan Sekarang?

Salah satunya adalah paduan sandal dan kaus kaki yang tengah marak dikenakan sejumlah pecinta mode di dunia.

Tayang:
BUSTLE.COM
Gaya padanan sepatu sandal dan kaus kaki. 

TRIBUNKALTIM.CO – Kira-kira 10 tahun lalu ada sebuah aturan tidak tertulis bahwa “haram” memadukan sandal dan kaus kaki. Namun, seiring perkembangan tren gaya hidup, begitu banyak aturan busana yang terabaikan.

Lebih dari itu, tak sedikit orang yang memilih mendobrak aturan baku di ranah mode dan menciptakan tren terkini tanpa peduli pada penilaian lingkungan sekitar.

Salah satunya adalah paduan sandal dan kaus kaki yang tengah marak dikenakan sejumlah pecinta mode di dunia.

Pertanyaannya, apakah mengenakan sandal bersama kaus kaki ini, benar-benar keren atau luar biasa norak?

Sekadar pertimbangan Anda, musisi yang dikenal memiliki selera mode inovatif, Rihanna, beberapa kali tertangkap kamera mengenakan sandal dan kaus kaki.

Baca: Sekilas Mirip Kumis, Tapi Model Kuku Berbulu Ini Lagi Jadi Tren Lho

Kemudian, ada pula penyanyi rap wanita, Iggy Azalea, yang berasal dari Australia, hobi berjalan-jalan dan tampil di panggung memakai sandal dan kaus kaki.

Lalu, ada pula beberapa pecinta mode tersohor terlihat mengenakan paduan janggal tersebut di pekan mode.


BUSTLE.COM - Paduan Jelly Shoes dan kaus kaki yang sempat populer di era 90-an.

Berdasarkan uraian di situs Bustle, seorang penulis lepas khusus mode, Phoebe Waller, menjelaskan bahwa tren sandal dan kaus kaki, kali pertama bergulir di era 90-an.

Tren sepatu sandal jelly atau jelly shoes, kata Waller, membuat banyak pencita mode menjadi kreatif menciptakan penampilan yang berbeda tetapi menarik perhatian.

Alhasil, terciptalah tren sepatu sandal jelly dan kaus kaki.

Banyak generasi muda 90-an, mengenakan jelly shoes dengan kaus kaki berwarna terang dan menyala. Bahkan, tak sedikit yang menerapkan konsep tabrak warna.

Sekarang, sepatu sandal jelly kembali hadir mewarnai pentas mode dengan sejumlah gaya rancang yang sesuai dengan selera para generasi muda.

Namun, padanan yang sebenarnya kurang sedap dipandang ini, tak hanya berlaku pada koleksi sepatu sandal jelly, tetapi juga diimplementasikan pada berbagai Model sandal dan sepatu sandal.

Menurut Waller, manfaat dari tren padanan ini membebaskan pemakai untuk bergaya sesuai karakter dan imajinasi terliar mereka, terkait mode dan kecantikan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved