Krisis Air
Ambil Air di Posko Bayar Rp 50 per Liter, Warga Pilih Antre yang Gratis
Tandon kapasitas 1.200 liter terisi air penuh tapi tak ada warga terlihat memanfaatkan air bantuan pemerintah tersebut.
Penulis: tribunkaltim |
Sementara itu pemilik laundry di Perumahan Wika, Sari enggan memanfaatkan air dari posko. Sehari-hari ia mengandalkan air PDAM untuk jasa pencuciannya. Akibat krisis air, Ia kini lebih memilih membeli air tandon dari penjual ketimbang mengambil di posko.
Seminggu ia membeli air 3-4 kali, tarifnya Rp 70 ribu per 1.200 liter.
Keberadaan posko air mencerminkan sikap pemerintah yang tak serius mengatasi permasalahan air. Menurutnya, pemerintah tak perlu memungut biaya dari masyarakat, lantaran sebagian besar masyarakat juga pelanggan PDAM.
Apalagi masyarakat semakin terbebani ketika harus antre mendapatkan air di posko.
Baca: BMKG Prediksi Balikpapan Akan Diguyur Hujan Lebat April Mendatang
Selain itu, kata Sari, tidak semua masyarakat memiliki waktu mengambil air di posko. Sedangkan pelayanan penjual air tandon lebih terasa manfaatnya, lantaran langsung diantar ke rumah pembeli.
"Kalau beli air dari penjual air tandon kan langsung diantar ke rumah. Nah beda kalau kita beli air di posko," ungkapnya
Sekadar Pendukung
Kepala Bagian Pemerintahan Kota Balikpapan Zulkifi, ketika dihubungi Tribunkaltim.co, tadi malam menjelaskan posko-posko air sepi karena masyarakat belum terlalu memerlukan posko.
"Masyarakat belum terlalu membutuhkan, nanti kalau butuh pasti datang. Ini karena masyarakat masih punya sumber air di sekitarnya. Sekarang PDAM masih jalan walaupun nyalanya bergilir," jelasnya.
Zulkifli mengatakan sumber air di masyarakat semakin banyak. Contohnya pihak swasta seperti tempat pencucian kendaran mulai banyak yang mengizinkan masyarakat mengambil air.
"Posko ini sekarang sifatnya masih back-up. Kalau perlu nanti pasti ada antrean. Sekarang masih longgar karena masih bisa ambil di tempat lain. Tapi kami stand by duluan saja," ujarnya kepada Tribun Kaltim.
Baca: Dijual Eceran per Galon Rp 1.000 tapi Posko Air Masih Sepi Peminat
Kelurahan masih berupa pintu distribusi bagi masyarkat yang tidak terlayani langsung oleh tangki PDAM. Zulkifli mengapresiasi beberapa pihak yang sudah membantu masyarakat Balikpapan dengan membagikan air bersih secara gratis. Namun ia memastikan pemkot tidak dapat memberikan air dari PDAM cuma-cuma.
"Pemkot hanya membantu PDAM, karena airnya dari PDAM berarti ada nilai ekonomisnya karena sudah melewati proses pengolahan. Harganya sendiri Rp 50 per liternya," papar Zulkifli.
Ketika ditanya tanggapannya mengenai solusi terdekat ketika PDAM berhenti memproduksi air bersih pada 29 Maret, ia mengatakan saat itu peran posko air baru akan menjadi vital.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/antre-air_20160318_090313.jpg)