Jumat, 1 Mei 2026

Pilkada DKI Jakarta

Tak Mau Ikut Dukung Ahok, Dua Wakil Ketua DPD Hanura Mundur

Rahmat mengaku tidak sudi mendukung Ahok (sapaan Basuki) sebagai cagub DKI dalam Pilkada 2017.

Tayang:
KOMPAS.COM
Dua pengurus DPD Partai Hanura DKI Jakarta, Rahmat HS dan Bustami, melepaskan jaket Partai Hanura sebagai simbol keluarnya mereka dari partai tersebut. Hal ini sebagai bentuk ketidaksepakatan mereka dengan keputusan partai yang ingin mendukubg Gubernur DKI Jakarya Basuki Tjahaja Purnama sebagai cagub dalam Pilkada DKI 2017. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dua orang wakil ketua dewan pimpinan daerah Partai Hanura memilih untuk keluar dari partai karena bertentangan dengan keputusan DPP Partai Hanura, yang mendukung Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Mereka adalah Wakil Ketua DPD Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Partai Hanura Rahmat HS dan Wakil Ketua Bidang Pembinaan Legislatif dan Eksekutif Bustami Rahawarin.

baca juga : Dhani Singgung Pemimpin Karbitan di Medsos, Farhat Abbas Malah Komentar Kalau Dhani Butuh Pujian

"Kami akan memberikan surat kepada Ketua Umum Hanura Wiranto dan kepada Ketua Partai Hanura DKI Ongen Sangaji mengenai surat pengunduran diri kami hari ini," ujar Rahmat di kawasan Sarinah, Jalan M.H Thamrin, Minggu (27/3/2016).

Rahmat mengaku tidak sudi mendukung Ahok (sapaan Basuki) sebagai cagub DKI dalam Pilkada 2017.

baca juga : Wakil Ketua Komisi II DPR Sebut Sektor Kehutanan Jadi Penghambat RTRW

Menurut dia, pemikiran Ahok selama ini tidak sejalan dengan visi dan misi Hanura.

Rahmat mengatakan, Partai Hanura selalu membuat keputusan melalui pendekatan hati nurani. Hal ini, lanjut dia, tidak terlihat dalam diri Ahok.

"Karena Ahok ini bukan orang yang menurut kami, punya hari nurani, khususnya dengan kebijakannya menggusur rakyat kecil, menggusur PKL dan warga Kampung Pulo misalnya," ujarnya.

Rahmat yang mengaku sebagai salah satu pendiri Hanura ini menyayangkan keputusan Ketua Umum Partai Hanura Wiranto yang mendukung Basuki.

Sementara itu, Bustami mengomentari deklarasi yang dilakukan Partai Hanura kemarin.

Menurut dia, deklarasi tersebut inkonstitusional karena tidak melalui mekanisme yang tepat di dalam partai.

"Ada pemaksaan dari DPP dalam hal ini Pak Wiranto terhadap tata kelola organisasi," ujar Bustami.

Baik Bustami maupun Rahmat kemudian mencopot jaket partai sebagai tanda keluarnya mereka dari Hanura. (Baca: Dukung Ahok, Hanura Disebut Bakal Senasib Gerindra dan PDI-P).

Sore ini, surat pengunduran diri serta kartu anggota keduanya akan dikirimkan ke DPD Partai Hanura.

"Maka seiring dengan surat itu, saya tidak lagi sebagai pengurus partai maupun anggota Hanura DKI Jakarta," ujar Rahmat. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved