Milisi Abu Sayyaf

Pembajak Tugboat Brahma 12 adalah Kakak Beradik

Panglima Tentara Nasional Filipina langsung terbang ke Sulu, untuk bertemu tentara Indonesia yang terlibat dalam upaya pembebasan 10 anak buah kapal.

Pembajak Tugboat Brahma 12 adalah Kakak Beradik
BANJARMASIN POST/AYA SUGIANTO
Inilah kantor perusahaan pemilik kapal tugboat Brahma 12 yang sepuluh ABK-nya disandera kelompok Abu Sayyaf. 

Wakil Gubernur Sulu Abdusakur Tan mempertanyakan kesiagaan militer, mengapa orang asing dapat dengan mudah diculik di perairan laut Sulu ketika pasukan tersebut berpatroli di laut ini.

"Militer dan polisi harus menjelaskan pertama mengapa ada orang Indonesia di perairan laut Sulu," kata Tan.

"Kenapa bajak laut mampu mendeteksi kapal tugboat dan orang Indonesia ketika pihak berwenang seharusnya bisa memantau karena dilengkapi dengan peralatan pemantauan?" ujarnya.

Sementara itu juru bicara angkatan bersenjata Filipina, Brigjen Restituto Padilla kepada wartawan di kamp Aguinaldo mengatakan "konsultasi tingkat tinggi" antara Filipina dan Indonesia terus dilakukan.

BACA JUGA: VIDEO – Teroris Sandera Anak Buah Kapal Tanker MT Permina

Tawanan diidentifikasi sebagai Peter Tonsen Barahama, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Oktavianto, Reynaldi dan Wendi Raknadian.

Diperkirakan para korban penculikan sekarang berada di Sulu atau Basilan.

Hingga kini masih ada 24 sandera kelompok Abu Sayyaf yang masih menunggu pembebasan kala uang tebusan diberikan kepada gerilyawan yang berbasis di Kepulauan Sulu.

Mereka yang masih disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, adalah Ewold Horn (Belanda), sepupu Hajan Perong dan Bani Yosua (Filipina-pedagang ikan Tawi-tawi), Toshio Ito (pemburu harta karun Jepang), Tan Yahong Lim (Cina), Dennis Cabadunga (Filipina pengusaha), John Ridsdel (Kanada), Robert Hall (Kanada), darismk Sekkingstand (Norwegia), Marites Flor (Filipina), Rolando del Torchio (Italia), Antonio Tan dan cucu Ray (pengusaha Filipina-Cina), dan Ronnie Bancale (Filipina pedagang Ikan). (tribun/malau/inquirer)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved