Fashion
Inilah Burkini, Baju Renang Muslim Keluaran Marks and Spencer yang Menuai Pro dan Kontra
Namun, banyak yang menuding jika pernyataan Berge tersebut adalah pernyataan munafik.
TRIBUNKALTIM.CO -- Retail busana Marks and Spencer (M&S) baru saja meluncurkan koleksi baju renang dengan Model tertutup yang dapat dikenakan oleh semua wanita, termasuk wanita muslim berhijab.
Baju renang dengan nama Burkini tersebut memiliki Model celana panjang dan gaun selutut yang agak longgar, lengkap dengan penutup kepala yang menutup hingga ke bagian leher.
Burkini lantas menuai perdebatan di negara barat karena dianggap mengekang kebebasan wanita. Salah seorang yang paling vokal menolak burkini adalah Pierre Berge, co-founders rumah mode Yves Saint Laurent.
"Aku merasa tersinggung. Pembuat busana harusnya tak melakukan apapun dengan fashion Islam. Desain harusnya membuat wanita lebih cantik, memberi mereka kebebasan, bukan berkolaborasi dengan sikap diktator yang mana merupakan hal keji dengan menyembunyikan wanita dan membuat mereka menjalani hidup yang tersembunyi," ungkap Berge frontal.
Namun, banyak yang menuding jika pernyataan Berge tersebut adalah pernyataan munafik.
Baca: Busana Muslim Seperti Apa yang Dipakai di Indonesia dan Eropa ...
Sebab, YSL beberapa waktu lalu meluncurkan koleksi Moroccan (Maroko) yang merupakan negara muslim di daerah Afrika Utara.
Koleksi tersebut YSL mengklaim bahwa busanayanya disesuaikan kebudayaan dan batas-batas kesopanan Maroko.
Selain Berge, adapula yang menyayangkan keputusan Marks and Spencer meluncurkan Burkini, yakni penulis Muslim, Yasmin Alibhai-Brown
Yasmin mengatakan bahwa M&S meski tak bermaksud, pada akhirnya menyebar kefanatikan.
Namun, banyak pula yang mendukung peluncuran Burkini.
Salah satunya, penulis bernama Muslim Remona Aly.
"Aku sungguh tak dapat menerima pelemahan bagi para wanita muslim lagi. Satu-satunya orang yang memiliki kuasa atas tubuh wanita adalah wanita itu sendiri. Jika aku ingin membeli Burkini dari M&S, aku akan sunguh membelinya. Jika orang lain mau beli juga itu tersedia di toko. Berge bicara akan kebebasan. Namun, mengambil kebebasan untuk memilih adalah permulaan dari perbudakan. Itulah ironi yang hilang daripadanya," terang Aly.
Penulis muslim lainnya, Nabila Ramdani menulis untuk Telegraph mengutarakan, orang-orang lupa jika selain wanita muslim ada pula kelompok lainnya yang ingin tetap berbusana sopan, meski sedang berenang.
Kaum Yahudi Orthodox, biarawati Katolik, dan sebagian wanita di dunia, merupakan pihak-pihak yang ingin melindungi tubuh mereka dari eksploitasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/baju-renang-muslim_20160405_114337.jpg)