Breaking News:

Hari Raya

Makna Kenaikan Isa Al-Masih atau Yesus Kristus ke Surga

HARI ini, Kamis (5/5/2016) merupakan libur nasional terkait Hari Raya Kenaikan Isa Al-Masih. Apa sih Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke Surga?

Editor: Domu D.Ambarita
id.wikibooks.org
Ilustrasi - Yesus Kristus naik ke surga, hal yang diyakini umat Kristiani. (id.wikibooks.org) 

HARI ini, Kamis (5/5/2016) merupakan libur nasional terkait Hari Raya Kenaikan Isa Al-Masih atau Yesus Kristus.

Apa sih Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus ke Surga, dan apa maknanya? Berikut penjelasan Mgr FX Hadisumarta Ocarm.

PADA Hari Raya Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga, dalam Bacaan Pertama kita mendengar ucapan malaikat dari surga, “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri menatap ke langit? Yesus yang terangkat ke surga meninggalkan kamu ini akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kisah Para Rasul 1:11)

Marilah kita merenungkan bersama apakah sebenarnya yang disebut Surga bagi kita.

Dalam bahasa liturgi diucapkan, “Kemuliaan kepada Allah di surga, dan damai di bumi kepada orang yang berkenan pada-Nya”. Tanpa tahu dengan tepat, pada umumnya bagi kita “surga” adalah tempat kediaman ilahi, seperti terungkap dalam bahasa liturgi tersebut.

Ilustrasi - Lukisan menunjukkan Yesus Kristus naik ke surga (midiankhsirait.files.wordpress.com)

BACA JUGA: Inilah 5B yang Wajib Dilakukan Umat saat Rayakan Paskah Menurut Mgr Yustinus Hardjo

Tetapi makin maju pengetahuan manusia di bidang ilmu pengetahuan teknik/fisika, pengertian tentang surga makin sulit dipahami dan diterima. Surga lebih dilihat dengan pandangan dan perhitungan sistem planet dan surya. Maka bisa dimengerti mengapa ada seorang astronaut/antariksawan Rusia, sesudah mengelilingi angkasa luas berkata, “Aku telah mengelilingi angkasa luas cukup lama, tetapi tidak menjumpai Allah di mana pun!”

Bila kita sebagai orang beriman kristiani berdoa, “Bapa kami yang ada di surga”, perlulah kita ini mengetahui apa sebenarnya “surga” itu. Kita harus selalu ingat, bahwa Kitab Suci menyesuaikan bahasa yang dipakainya dengan bahasa yang berlaku. Untuk bidang ilmiah atau alamiah pun digunakan istilah atau kata atau bahasa umum. Misalnya, Matahari terbit dan matahari terbenam. Tetapi Kitab Suci sungguh tahu dan mengajarkan, bahwa Allah berada di surga, di dunia, di bumi dan di tempat lain.

Kitab Suci juga mengajarkan bahwa Allah lah yang menciptakan surga dan dunia, namun tidak mungkin bahwa semua itu membatasi kehadiran-Nya di tempat itu saja. Maka apabila Kitab Suci mengatakan, bahwa Allah “ada di surga”, maksudnya ialah bahwa Allah memang jauh di luar jangkauan kita, atau bahwa surga memang berada di luar jangkauan bumi kita.

Ilustrasi - Lukisan menunjukkan Yesus Kristus naik ke surga (google.com)

BACA JUGA: Puasa Umat Katolik 40 Hari, Adakah Waktu Sahur, Berbuka dan Batal?

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved