Milisi Abu Sayyaf
Kisah Empat ABK yang Ditawan Abu Sayyaf, Makan Kelapa Kering agar Bertahan Hidup
Empat WNI tersebut langsung dicek kesehatannya di klinik kesehatan TNI AU. Hasil pemeriksaan, terlihat empat WNI sehat-sehat saja.
Penulis: Junisah |
Terlepas masih adanya rasa trauma dalam dirinya, Rian mengaku bersyukur saat ini sudah bisa kembali ke Tanah Air dan berkumpul dengan keluarga di Bekasi, Jawa Barat.
"Saya Alhamdulillah. Saya banyak-banyak mengucapkan rasa syukur kepada pemerintah Indonesia, Bapak Presiden, Bu Menteri Luar Negeri, Panglima TNI dan bapak-bapak prajurit yang tiada capek mengurus kami yang disandera," ucapnya lirih.
Setelah upacara serah terima keempat WNI dari Kemenlu, Rian menyambangi ibundanya, Melati Ginting (52). Ia mencium tangan dan memeluk ibundanya.
Ucapan syukur pun tidak henti-hentinya keluar dari mulut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
Saat menjemput para sandera di Lanud Halim Perdanakusuma serta saat penyerahan, Retno selalu mengucapkan dirinya sangat berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu.
Dalam sambutannya, Retno juga mengatakan bahwa sudah tidak ada lagi warga negara Indonesia yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf.
"Selesai sudah semua. Alhamdulillah semua WNI sudah pulang dengan selamat," ucap Retno.
Dia menjelaskan total 10 orang ABK dari kapal TB Henry dan kapal tongkang Cristy telah sampai di Indonesia. Dia menjelaskan satu orang sandera yang tertembak juga sudah dipulangkan pada 11 Mei 2016 lalu melalui Kuala Lumpur dari Tawau setelah menjalani pengobatan.
Diketahui, setibanya di Landasan Udara Halim Perdanakusuma pada pukul 10.20 WIB, keempat sandera sempat melambaikan tangan kepada kamera media yang sedang meliput.
Para sandera disambut Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo dan pejabat TNI lainnya.
Dalam rombongan, terlihat juga Pangkostrad TNI AD, Letjend TNI Edy Rahmayadi yang ikut turun bersama para sandera.
Keempatnya diidentifikasi bernama Moch Ariyanto Misnan, Lorens M.P.S, Dede Irfan Hilmi, dan Syamsir yang diculik di perairan Tawi-Tawi pada 15 April 2016 lalu.
Helida Sagita, istri dari ABK TB Henry, Mochammad Arianto Misnan tak kuasa menahan air mata saat berjumpa suami.
Menggendong seorang bayi, Helida berkali-kali mengusap air mata yang jatuh di pipi.
Begitu juga dengan Anom yang merupakan ayah dari ABK Dede Ifan Hilmi. Anom sempat terlihat mengusap matanya. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sandera-wni-abk-tb-henry_20160514_173021.jpg)