Ramadhanku

Tetapkan 1 Syawal, Kemenag Kembali Pantau Hilal

Secara prinsip, persiapan ru'yatul hilal kali ini sama dengan yang dilakukan ketika menentukan awal Ramadhan.

Tetapkan 1 Syawal, Kemenag Kembali Pantau Hilal
TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Seorang warga mencoba melihat hilal dari theodolit di kawasan Gunung Dubs Perumahan Pertamina Balikpapan, Minggu (27/7). 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Muhammad Afridho Septian

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Jelang hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah, Kementerian Agama akan kembali melakukan ru'yatul hilal atau melihat terbitnya bulan baru. Kegiatan ini dilakukan untuk menandai jatuhnya tanggal 1 pada kalender Hijriyah, dalam hal ini 1 Syawal.

Mengenai kegiatan tersebut, Alfi Taufiq, Kasubbag TU dan PLT Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, mengatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan ru'yatul hilal pada Senin (4/7/2016) mendatang.

"Masalah ru'yatul hilal, insyaa Allah tanggal 4 Juli yang akan datang kita akan lakukan sebagaimana instruksi dari Menteri Agama. Kita akan melakukan ru'yatul hilal di Gunung Pancur untuk penetapan awal Syawal. Apapun hasilnya apakah itu melihat atau tidak, atau sesuai dengan kaidah dan metode, kita melihat nanti," ujarnya kepada Tribun Kaltim.

(Baca juga: Bertahan Hingga Akhir Ramadhan, Santri Bakal Diberi THR)

Data hasil pantauan beberapa kantor Kementerian Agama di seluruh Indonesia itu nantinya akan digunakan dalam penentuan melalui sidang isbat Kementerian Agama pusat. Jadi apakah 1 Syawal akan jatuh pada tanggal 5 atau 6 Juli, keputusan tersebut akan diumumkan oleh Menteri Agama.

Namun pada tanggal berapapun, Alfi Taufiq mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati orang-orang yang berbeda dalam penetapan 1 Syawwal tersebut.

"Kita mengharapkan kepada masyarakat, jika seandainya terjadi perbedaan dalam penetapan hari raya Idul Fitri, diharapkan untuk dapat tetap saling menghargai dan menghormati satu sama lain, terutama sesama umat Muslim. Karena perbedaan itu adalah rahmat bagi kita," tegasnya.

Secara prinsip, persiapan ru'yatul hilal kali ini sama dengan yang dilakukan ketika menentukan awal Ramadhan, yakni melibatkan unsur-unsur utama yakni Kementerian Agama, masyarakat, dan BMKG.

"Kita juga mengundang tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi Islam, pemerintah, dan Pertamina yang telah menfasilitasi kita. Juga TNI dan Polri. Kegiatannya akan dimulai pukul 17.30 karena kita ada seremonial sedikit dan berbuka puasa bersama," ujar Alfi menjelaskan. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim


Penulis: Muhammad Afridho Septian
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved