Usai Mencicipi, Erni Bilang Sate Daging Buaya Enak. . .

Erni (28) lahap menyantap satu demi satu daging sate yang ada di hadapannya. Bukan sate ayam atas daging sapi yang dimakan, melainkan daging buaya.

Usai Mencicipi, Erni Bilang Sate Daging Buaya Enak. . .
tribunkaltim.co/rudy firmanto
Pengunjung di penangkaran buaya Teritip berfoto bersama bayi buaya saat libur Lebaran, Sabtu (9/7/2016). 

Adrian, pengelola lokasi wisata ini mengatakan dari 2 ribu ekor buaya 1.900-an berjenis buaya muara yang hingga kini masih bisa diternak.


Seorang karyawan rumah makan sedang membakar sate buaya. Kuliner ekstrem, sate buaya ini terdapat di Jalan Gatot Subroto No. 36, Kelurahan Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Samarinda. (TribunKaltim/Budhi Hartono)

"Ada tiga jenis buaya yang kita punya yakni buaya muara, buaya air tawar dan buaya sinyulong, tapi yang kita ternak hanya muara, yang lainnya konservasi menyelamatkan dari kepunahan," katanya, Sabtu.

Di penangkaran Teritip pengunjung tak hanya bisa melihat buaya atau berfoto bareng tetapi bagi yang penasaran menyukai tantangan bisa juga melakukan wisatan kuliner ekstrim yakni makan daging buaya yang diolah menjadi sate.

Terletak di sisi utara penangkaran dari jauh sudah terlihat karena menjadi lokasi paling favorit pengunjung terlihat dengan penuhnya orang mengantre ingin mendapatkan sate buaya.

Adrian sendiri mengaku pihaknya melakukan pemotongan buaya konsumsi dilakukan 1 kali dalam setahun di mana sekali potong langsung 200 ekor.

BACA JUGA: Wisatawan Meningkat Setiap Tahun, Kota Ini Siapkan Desa Wisata

"Jadi saya potong hanya buaya muara generasi kedua walaupun dilindungi tapi yang generasi kedua masih diperbolehkan sebab itu hasil ternak. Selain itu dari sisi umur harus yang sudah menginjak 4 tahun hingga 5 tahun dan ukuran fisik panjang diatas 2 meter baru bisa kita potong," katanya.

Nantinya buaya tersebut akan dibagi daging untuk konsumsi, kulit untuk kerajinan dan minyak buaya untuk pengobatan.

Saat momen Lebaran, Adrian mengaku tahun ini terjadi penurunan jumlah pengunjung. Tahun lalu setiap hari mencapai 3 ribu orang tahun ini hanya sekitar 2 ribu pengunjung.

"Sepi bisa dilihat parkirannya tidak padat kaya dulu, kapasitas tempat ini sekitar 5 ribu orang tiap harinya bisa ditampung sekarang hanya terisi 2 ribu saja, mungkin karena ekonomi saat ini yang lesu sehingga berpengaruh dengan orang liburan juga," katanya. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Penulis: Rudy Firmanto
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved