Pascapenutupan Lokalisasi
Kisah PSK yang Tetap Praktik di Eks Lokalisasi, Sebenarnya Capek Kerja seperti Ini. . .
Tidak ada lampu-lampu genit dan suara musik karaoke atau disco mix dari pengeras suara yang saling adu suara di rumah-rumah bordil.
Penulis: tribunkaltim | Editor: Amalia Husnul A
Tarif short time Rp 150-300 ribu. Para PSK kebanyakan sudah meninggalkan tempat eks Lokalisasi Manggar Sari.
BACA JUGA: PSK Berkeliaran, DPRD Segera Panggil Dinas Sosial dan Sapol PP
Sinta (nama samaran), teman Atik mengungkapkan, dulu pengunjung pasti ramai karena ada lagu dan PSK-nya pun ramai.
"Ya, tergantung dari tawar-tawarnya berapa. Ada seratus lima puluh ribu dan dua ratus, lebih dan pokoknya macam-macam, lha. Kalau cantik pasti minta mahal. Dulu itu ramai, sekarang sepi, karena ceweknya berkurang karena sering dirazia tiap malam," cerita Sinta.
Atik, Sinta, dan kawan-kawannya yang masih mencari "makan" di eks lokalisasi Manggar Sari tidak bisa menampik kemungkinan mereka sudah enak bekerja di situ. Alasan Atik begitu frontal.
"Sudah ada juga umur-umuran di sini tidak ada yang mau berhenti. Enakan sudah cari uang. Kalau sudah terkumpul uang, saya tidak ingin bekerja seperti ini. Macam-macam orang dilayani, capek seperti ini, kiranya tidak capek kerja seperti ini, kalau lakinya baik-baik saja tidak apa-apa," jelas Mba Atik.
Ia pun tertawa lepas. Seperti mengejek dirinya sendiri. (tim)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/lokalisasi-manggarsari_20160723_124750.jpg)