Sabtu, 25 April 2026

Opini

Relevansi Zakat dan Kemiskinan, Utang si Kaya kepada Kaum yang Lemah

Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri, sebagai provinsi yang paling muda di Indonesia, angka keminiskinan juga tinggi.

Editor: Amalia Husnul A
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi. Ribuan mustahiq menerima pembagian zakat fitrah di Mesjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (5/7/2016). Ada dua macam zakat yakni zakat jiwa dan harta. Zakat harta mememiliki banyak varian (jenis) yang harus diketahui, seperti zakat perdagangan, zakat profesi, dan lain-lain. Zakat adalah bentuk ibadah kepada Allah yang merupakan cara pensucian terhadap harta kekayaan seseorang di hadapan Allah SWT. 

Oleh Fahmi Syam Hafid B.Irkh (Hons)
Pengasuh Pondoh Pesantren DDI Kota Tarakan
Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Indonesia


(HO-Dok Pribadi)

KEMISKINAN merupakan permasalahan ekonomi yang mendunia yang sampai saat ini belum menemukan solusi yang tepat atas penanganannya.

Di Indonesia sendiri, sebagai negara yang berkembang permasalahan kemiskinan masih menjadi masalah serius yang terus berlanjut dari tahun ke tahunnya.

Menurut hasil survei badan pusat statistik jumlah penduduk miskin di Indonesia bulan Maret 2015 mencapai 28,59 juta jiwa atau 11,22%.

Sedangkan pada September 2014, kemiskinan Indonesia mencapai angka 25,73 juta atau 10,96 % (BPS 2015).

Dari hasil pengamatan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut mengindifikasikan tahun 2015
angka kemiskinan Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0,86 juta jiwa.

BACA JUGA:

Kemiskinan di Kalimantan Utara

Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri, sebagai provinsi yang paling muda di Indonesia, angka keminiskinan juga tinggi.

Menurut hasil survei BPS seperti dikutip dari situs BPS, jumlah penduduk miskin di Kaltara mengalami peningkatan pada tahun 2015. Survei tersebut dilakukan sebanyak 2 kali survei, yakni Maret dan September.

Jumlah penduduk miskin yang berada di perkotaan mengalami kenaikan dari 13,05 ribu jiwa menjadi 13,32 ribu jiwa pada bulan September.

Begitu juga dengan jumlah penduduk yang berada di perdesaan pada bulan Maret berjumlah 26,64 ribu jiwa menjadi 27,61 ribu jiwa.

Jadi, total jumlah penduduk miskin bulan Maret sebanyak 39,69 ribu jiwa, dan mengalami peningkatan pada bulan September menjadi 40,93 ribu jiwa.

BACA JUGA: Cerita Mulan Jameela soal Dua Anaknya dari Pernikahannya dengan Ahmad Dhani

Sejalan dengan hasil survei kemiskinan provinsi tersebut, Kota Tarakan, sebagai satu-satunya kota di Kalimantan Utara selama kurun waktu tiga tahun terakhir terlihat bahwa angka kemiskinan di kota Tarakan masih cenderung tinggi.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved