OPINI
Kartini Masa Kini: Ketika Perempuan Memilih Berdiri di Atas Kakinya Sendiri
Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, maka perempuan masa kini menghadapi tantangan yang berbeda
Oleh: Dr. Linda Fauziyah Ariyani, S.Pd., M.Pd.
Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Mulia Balikpapan
HARI Kartini sering kali kita rayakan dengan kebaya dan seremoni.
Namun sesungguhnya, Kartini bukan tentang masa lalu—ia adalah tentang keberanian yang seharusnya terus hidup hari ini.
Jika dahulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, maka perempuan masa kini menghadapi tantangan yang berbeda: Bagaimana menjadi mandiri, berdaya, dan mampu menentukan arah hidupnya sendiri.
Di tengah dinamika kehidupan yang semakin kompleks, kemandirian perempuan—terutama secara ekonomi—bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Perempuan yang mandiri memiliki ruang untuk mengambil keputusan, memiliki kekuatan untuk bertahan, dan memiliki keberanian untuk bangkit saat keadaan tidak berpihak. Ia tidak mudah runtuh, karena ia memiliki pijakan.
Namun, kemandirian tidak datang begitu saja.
Baca juga: 50 Ucapan Hari Kartini 2026, Inspiratif dan Penuh Makna untuk Caption Media Sosial
Ia lahir dari proses panjang: dari keberanian bermimpi, dari jatuh dan bangkit berkali-kali, dari keraguan yang dilawan dengan keyakinan.
Ia tumbuh dari keputusan-keputusan kecil yang konsisten—untuk terus belajar, untuk terus mencoba, dan untuk tidak menyerah.
Saya memahami itu bukan dari teori, tetapi dari perjalanan hidup saya sendiri.
Saya lahir dari keluarga sederhana, anak seorang buruh tani.
Pendidikan pernah terasa seperti kemewahan yang sulit dijangkau.
Saat krisis moneter melanda, saya hampir berhenti sekolah di jenjang SMP.
Pada titik itu, pilihan hidup terasa sangat sempit.
| Kartini Belum Menang! Kampus Masih Belum Aman dari Kekerasan Seksual |
|
|---|
| Pengaruh Sosial Media terhadap Perilaku Masyarakat |
|
|---|
| In Memoriam Sukri, Ketua JMSI Kaltim: Selamat Tinggal Sahabatku! |
|
|---|
| Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan: Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Pengabdian Panjang di Titik Terakhir: Mundur dari Sekretaris YJI Kaltim setelah 24 Tahun Menjabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260421_Dr-Linda-Fauziyah-Ariyani-SPd-MPd.jpg)