Sulit Pinjam Modal ke Bank, Pengusaha Rumah Makan Ini Beralih ke Koperasi
Meminjam uang koperasi mampu membuat nafas kehidupan usaha, bahkan menumbuh-kembangkan iklim usaha mikro yang baru.
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Banyak jalan menuju Roma. Perumpamaan ini tepat diterapkan para pengusaha skala kecil untuk menambah permodalan di tengah situasi kesulitan ekonomi global. Tidak boleh putus asa.
Optimistis dan cari solusi lain. Ketika mendapatkan modal dari perbankan dirasa sulit, maka meminjam kucuran modal dari lembaga keuangan mikro seperti koperasi, adalah alternatif terbaik.
Meminjam uang koperasi mampu membuat nafas kehidupan usaha, bahkan menumbuh-kembangkan iklim usaha mikro yang baru.
Satu contoh pedagang usaha mikro, yang membangun bisnis kuliner rumah makan di pinggiran Jalan Indrakila Kota Balikpapan, rumah makan nasi campur.
Nama pendirinya, Indah Sulastri, perantau dari Banyuwangi Jawa Timur. Ia sudah menetap di kota minyak selama empat tahun ini baru saja mendirikan lapak makanannya.
Baca: Perbankan Stop Pinjaman untuk Sektor Pertambangan dan Turunannya
Sebelumnya, wanita berambut lurus ini hanya seorang ibu rumah tangga, yang telah memiliki empat anak dan satu suami yang bekerja sebagai makelar sepeda motor bekas.
Untuk memenuhi keperluan rumah tangga, Lastri memberanikan diri membuka usaha untuk menambah penghasilan rumah tangganya. Dia juga merasa kalau derah Kaltim, termasuk Kota Balikpapan, sedang redup perekonomiannya.
Sulastri pun mengaku sering mendengar dari tetangga dan kawan-kawan suaminya, sekarang, sedang terjadi banyak pengurangan tenaga kerja dan penurunan anggaran daerah.
Bukan berarti, pahitnya ekonomi daerah membuat Sulastri putus asa pulang kampung ke Pulau Jawa, yang sudah padat dan tentu persaingan untuk hidup kian berat.
Baca: Ibarat Lingkaran, Pengusaha Saling Menunggu
Wanita yang baru saja memiliki satu cucu ini mencoba membuka usaha kuliner kecil-kecilan dengan bantuan permodalan dari sebuah koperasi.
Dia mengaku, tidak punya modal uang untuk membangun usaha. Kebetulan, Sulastri memiliki teman yang bekerja di koperasi. Dia dipinjami modal untuk menjalankan usaha. Baginya ini begitu terbantu, karena bisa mewujudkan mimpinya membangun usaha.
"Dikasih pinjam uang Rp 450 ribu. Pengembalian ke koperasinya saya kena Rp 600 ribu. Pelunasan diberi waktu sebulan saja. Pinjam uang tidak pakai jaminan apa-apa, hanya modal kepercayaan saja," ungkap Sulastri.
Sulastri memberanikan diri, melalui semangat tinggi dan strategi matang, usaha rumah makannya bisa berdiri dengan menu jajanan makanan nasi campur dan lontong sayur dengan harga pasaran, kelas menengah ke bawah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/warung-makan_20160902_162120.jpg)