Uang Bidang Kebinamargaan Masih Mengendap di Bank, Ekonomi Bisa Makin Lesu
Realisasi keuangan yang minim disebabkan masih banyaknya dana yang mengendap di bank.
TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Lajunya realisasi fisik di bidang kebinamargaan berbanding terbalik dengan realisasi keuangan.
Realisasi keuangan di bidang pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan termasuk perencanaan dan pemeliharaannya belum mampu membuat pejabat Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Utara "senyum sumringah".
Sudjadi Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Utara mencatat, realisasi keuangan di bidangnya baru berkisar 30 persen. Presentase itu jauh dibandingkan realisasi kegiatan yang mayoritas sudah mencapai 75 persen.
Realisasi keuangan yang minim disebabkan masih banyaknya dana yang mengendap di bank. Tercatat masih ada sekitar Rp 96 miliar dana belanja modal yang belum terserap dari sekitar Rp 300 miliar total pagu di Bidang Bina Marga.
"Kami mau mengejar progres realisasi keuangan juga. Minimal bisa sampai 70 persen di September ini," kata Sudjadi saat disua Tribunkaltim.co mendampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Utara Suheriyatna usai menggelar rapat dengan sejumlah kontraktor, Kamis (15/9/2016) di Tanjung Selor.
Masih adanya anggaran yang mengendap di bank disebabkan banyaknya rekanan/kontraktor yang belum mengajukan termin atau pembayaran dana. Diakui Sudjadi, mayoritas kontraktor menunggu memilih mengajukan pencairan dana di akhir atau setelah selesainya paket pakerjaan.
"Mereka tidak ada yang menarik atau mengajukan pencairan DP (down payment) sebesar 20 persen dari nilai kontrak. Ini yang menyebabkan realisasi keuangan di kami masih rendah. Mereka maunya sekali tarik saja," sebutnya.
Baca: Butuh Rp 18 Triliun Realisasikan Jembatan dan Koridor Jalan
Dalam rapat dengan kontraktor, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalimantan Utara kata Sudjadi sudah memerintahkan kontraktor segera membuat termin pencairan uang muka.
"Sudah dimintai agar cepat mengajukan termin. Karena realisasi keuangan akan kami dongkrak. Karena kami dituntut agar realisasi keuangan dan kegiatan itu berimbang. Kami harapkan seminggu dua minggu realisasinya bisa terkejar," sebutnya.
Baca: Pemprov Garap Koridor Jalan dari Jembatan Bulan Menuju Empat Kabupaten
Diakui pula, adanya dana yang mengendap di bank dikhawatirkan semakin membuat lesu perekonomian.
"Tidak ada yang berputar di masyarakat. Kalau uang itu dibayarkan ke kontraktor, bisa buat beli semen dan lain-lain. Uang itu tentu beredar di masyarakat. Itu baru Rp 96 miliar di Bidang Bina Marga, belum di bidang dan dinas lain. Tentu akan besar pengaruhnya kalau dibiarkan mengendap," tuturnya. (*)
*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ruas-jalan-di-kabupaten-tana-tidung_20160916_095805.jpg)