Rabu, 22 April 2026

Dimas Kanjeng Ditangkap

Pangdam Nyatakan Ada Tiga Prajurit Kodam jadi Korban Dimas Kanjeng

Panglima Kodam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengatakan ada tiga prajurit yang dipimpinnya diduga terkait aktivitas Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Repro/Kompas TV
Dimas Kanjeng Taat Pribadi turun dari kendaraan taktis (rantis) Barracuda untuk menjalani rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap pengikutnya sendiri di Padepokan Dimas Kanjeng di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (3/10/2016). 

TRIBUNKALTIM.CO, SEMARANG - Panglima Kodam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi mengatakan ada tiga prajurit yang dipimpinnya diduga terkait aktivitas Dimas Kanjeng Taat Pribadi di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi Probolinggo Jawa Timur.

"Memang ada sedang kita dalami,"ujarnya,Rabu (5/10/2016).

Pangdam menuturkan laporan sementara yang bersangkutan sudah cukup lama tidak ikut kegiatan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Dijelaskan, ketiga prajurit tersebut pernah ikut kegiatan dan memberikan beberapa sumbangan.

Namun dua sampai tiga tahun ketiga prajurit tidak ikut kegiatan Dimas Kanjeng lagi.

"Namun masih kita dalami sejauhmana keterlibatan ini bisa saja terjadi yang bersangkutan juga jadi korban. Kita dalami lebih lanjut. Mereka sudah kita panggil sementara yang bersangkutan juga menjadi korban karena mereka juga memberikan sumbangan. Sudah cukup lama mereka meninggalkan kegiatan tersebut," ujarnya.

Baca: Polresta Samarinda Buka Posko Pengaduan Korban Penggandaan Uang Dimas Kanjeng

Sementara itu, Ketua Majlis ta'lim Daarul Ukhuwah, Sultan Agung Ustadz Sumariono menjelaskan, majlis ta'lim yang dipimpinnya sejalan dengan visi misi dakwah milik Yayasan Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

"Visi misi kita sama dalam dakwah untuk menjadikan umat islam lebih baik, maka kita bergabung dalam dakwahnya," ungkapnya saat dihubungi via telpon, sedangkan Sumariono saat ini sedang berada di Malang.

Sumariono menjelaskan, tudingan adanya penggandaan uang yang dikaitkan dari kasus Dimas Kanjeng terhadap majlis ta'lim yang dipimpimnya, tidak lah benar. Menurutnya, hanya orang-orang sirik dan oknum yang tidak bertanggung jawab yang mengaitkan hal tersebut untuk menjelek-jelekan majelis taklimnya.

Baca: Ketua Majelis Taklim Daarul Ukhuwah Tegaskan Dimas Kanjeng tak Pernah Minta Uang

"Di tempat saya yang ada hanya iuran mingguan dan dibuka untuk umum. Sehabis dakwah majelis akan makan bersama, sekali kegiatan kami menghabiskan uang Rp 2 - 3 juta rupiah, tidak ada pembayaran mahar, siapa yang bilang seperti itu," ungkapnya.

Berbagai kegiatanpun digelar di aula yang terdapat di majlis ta'lim itu. Dan, semua kegiatan terbuka untuk umum.

"Tidak benar ada penggandaan uang di majelis taklim saya," ucapnya.

Disinggung masalah tudingan kejahatan yang melibatkan Dimas Kanjeng, Sumariono mengatakan dirinya tidak memercayai tuduhan kejahatan tersebut. Menurutnya, Dimas Kanjeng merupakan sosok yang islami dan memiliki kepribadian yang baik.

"Saya tidak pernah lihat Dimas Kanjeng menggandakan uang, beliau juga tidak pernah menyebut-nyebut uang pada saya," kata Sumariono.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved