Berita Eksklusif
Sektor Properti Terpukul, Kredit Macet di Bank pun Mengkhawatirkan
Hingga September 2016, BI mencatat hanya KPR rumah kecil yang belum mengalami masalah serius dengan NPL diangka 3,78 persen.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Amanda Liony dan Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menurunnya daya beli masyarakat memukul penjualan sektor properti.
Bank, sebagai penyalur kredit sektor ini pun turut terkena imbas. Kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPL) sektor properti diakui memasuki fase mengkhawatirkan.
Manajer Komunikasi dan Kebijakan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim Rifki Ismail menjelaskan ada tiga jenis kredit di sektor properti.
"Ada KPR (Kredit Perumahan Rakyat), KPA (Kredit Perumahan Apartemen) dan kredit ruko (rumah toko)," kata Rifki, Rabu (26/10/2016).
KPR, lanjut Rifki, juga dibagi tiga kelompok, yakni rumah kecil (tipe 21), rumah sedang (tipe 21-70) dan rumah besar (tipe 70 ke atas).
Baca: Pekerja Tambang Batubara Dipersulit Kredit Rumah?
"Begitu pula KPA," katanya.
Hingga September 2016, BI mencatat hanya KPR rumah kecil yang belum mengalami masalah serius dengan NPL diangka 3,78 persen. Sisanya, sudah melewati ambang batas kewajaran kinerja kredit, yakni di atas lima persen.
Rifki menyarankan bank segera mengambil langkah pembenahan kredit sektor properti. Caranya, merestrukturisasi kredit, menjadwal ulang kredit, hingga mengambil alih (menyita) aset tersebut.
"Kalau sampai disita, artinya debitur memang benar-benar sudah tak mampu lagi membayar kredit. Aset yang disita pun harus cepat-cepat dijual. Jika dalam setahun belum terjual, maka dalam pencatatan bank, akan dimasukkan dalam agunan bermasalah. Ini pengaruh dalam penilaian kinerja perbankan," jelas Rifki.
Merujuk data yang diberikan BI, sampai September 2016 terdapat 34.185 debitur sektor properti dengan total outstanding (kredit tersisa) mencapai Rp 8,02 triliun. "34 ribu debitur itu tadi yang mengakses KPR, KPA dan ruko," katanya lagi.
Sedangkan penjualan rumah, menurut Rifki masih mengalami pertumbuhan kendati sangat tipis. Hanya rumah tipe besar yang terkontraksi minus 1,38 persen.
Baca: Utang Ditagih Terus, Pengusaha Properti Pura-pura Gila
"Yang tipe kecil masih tumbuh 10,6 persen dan yang sedang tumbuh 5,5 perse," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/transaksi-kredit-di-bank_20161027_093526.jpg)