Breaking News
Senin, 20 April 2026

Opini

Tiga Pendekatan Bangunan Hemat Energi, Meredam Panas tanpa Pendingin Ruangan

Konsep hemat energi pada bangunan dapat diaplikasikan pada tahap perencanaan dan pada bangunan yang sudah ada.

Editor: Amalia Husnul A
renovatemax.com
Ilustrasi. 

Oleh Wardhana
Pasca-Sarjana Ilmu Lingkungan
Universitas Mulawarman
dhana54@yahoo.com

Wardhana
Wardhana, Program Pasca-Sarjana Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman. (HO-Dok Pribadi)

KONSUMSI energi pada bangunan terus meningkat, mendekati tahap yang cukup mengkhawatirkan, dengan persediaan yang terbatas serta dampak lingkungan yang negatif secara global.

Penggunaan energi pada bangunan sebaiknya digunakan secara bijak. Sehingga dapat dilakukan efisiensi dalam operasionalnya.

Konsep bangunan hemat energi sudah saatnya menjadi perhatian.

Salah satu konsep hemat energi pada bangunan adalah dengan mengurangi paparan sinar matahari secara langsung, dan mengkonversi paparan sinar matahari menjadi bentuk energi listrik.

Konsep hemat energi pada bangunan dapat diaplikasikan pada tahap perencanaan dan pada bangunan yang sudah ada.

Baca: Supertangguh. . . Motor Bebek Supra GTR 150 Kuat Bawa Barang, Menjelajah, dan Hemat Energi

Bangunan eksisting yang ada, pada umumnya respond dengan iklim tetapi belum optimal.

Kurangnya respon dengan iklim menyebabkan derajat panas pada bangunan meningkat.

Panas yang ditimbulkan, berdampak, selain berkontribusi pada pemanasan suhu sekitar bangunan, tetapi juga menyebabkan dinding retak, pecahnya pipa air dalam dinding, dan kondisi ketidaknyamanan panas (panas di luar batas nyaman manusia dalam berkegiatan).

Sehingga ketidaknyamanan ini mendorong penghuni bangunan menggunakan AC.

Menurut data PLN, konsumsi listrik rumah tangga di Indonesia adalah sebesar 42.34%.

Baca: VIDEO – Buruh Bangunan Hangus Terbakar Karena Sengatan Listrik

Sedangkan penggunaan alat pendingin ruang di rumah tangga di Indonesia mencapai 35-50% dari total konsumsi bulanan penggunaan listrik.

Pemakaian Air Conditioner Unit secara besar-besaran di Indonesia, tidak hanya menyebabkan kenaikan dalam pembayaran listrik, namun juga, AC melepaskan Chloro Floro Carbon (CFC) gas dan udara panas ke area sekitar yang berkontribusi menaikkan suhu sekitar bangunan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved