Rabu, 8 April 2026

Milisi Abu Sayyaf

Setelah Dapat Uang Tebusan dari Pembebasan Sandera, Kelompok Abu Sayyaf Kaya Raya

Abu Sayyaf meraup sedikitnya 353 juta peso (US$7,3 juta) sekitar Rp 95 miliar dari uang tebusan penculikan-penculikan dalam enam bulan pertama tahun i

Editor: Amalia Husnul A
INQUIRER/RADYO
Kelompok bersenjata Abu Sayyaf. 

"Kelompok itu diperkirakan akan mengintensifkan serangan penculikan untuk mendapatkan tebusan di perairan yang sibuk sekitar Filipina bagian selatan, Malaysia dan Indonesia."

TRIBUNKALTIM.CO, MANILA - Abu Sayyaf meraup sedikitnya 353 juta peso (US$7,3 juta) sekitar Rp 95 miliar dari uang tebusan penculikan-penculikan dalam enam bulan pertama tahun ini.

Kelompok Abu Sayyaf juga telah menculik awak-awak kapal tongkang di tengah serangan militer yang membatasi mobilitas kelompok militan ini, menurut laporan rahasia pemerintah Filipina.

Laporan evaluasi ancaman gabungan militer dan kepolisian yang didapat The Associated Press hari Kamis (27/10/2016) menyatakan bahwa serangan-serangan telah sedikit mengurangi jumlah pejuang Abu Sayyaf.

Meskipun kelompok itu tetap mampu meluncurkan serangan teroris.

Serangan pemerintah telah menurunkan jumlah militan menjadi 481 orang dalam paruh pertama tahun ini dari 506 pada periode yang sama tahun lalu.

Baca: Menlu Serah Terimakan 3 WNI yang Dibebaskan Abu Sayyaf kepada Keluarga

Namun kelompok ini masih bisa melakukan 32 pemboman saat itu, sebuah peningkatan 68 persen, dalam upaya mengalihkan serangan militer, menurut laporan itu.

Mereka menggunakan sedikitnya 438 senjata api dan berhasil melakukan sejumlah pelatihan teroris di tengah serangan militer yang konstan.

Presiden Rodrigo Duterte, yang mulai menjabat Juni, telah memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan Abu Sayyaf, yang dikenal atas kebrutalannya.

Duterte telah menghapus kemungkinan pembicaraan perdamaian dengan mereka. Ia telah melakukan pembicaraan dengan dua kelompok pemberontak Muslim lainnya yang lebih besar.

Negosiasi damai Duterte dengan pemberontak kemunis telah menghasilkan deklarasi gencaran senjata yang telah menghentikan pertempuran selama bertahun-tahun dengan kelompok gerilya Maois.

Baca: Duterte Bilang Filipina Tetap Bersama Amerika, Selama Ini Hanya Menggertak?

Hal ini membuat ribuan tentara tersedia untuk melakukan serangan terbesar yang pernah ada melawan Abu Sayyaf di provinsi Sulu dan Basilan di wilayah Selatan.

Abu Sayyaf Group (ASG) bergeser dan menyasar kapal-kapal tongkang berbendera asing yang rentan dan awak mereka akibat operasi militer yang fokus terhadap kelompok itu," kata laporan tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved