Ribuan Warga Hadiri Launching Shalat Subuh dan Dhuha Berjamaah di Islamic Center
Kegiatan shalat subuh berjamaah untuk membangkitkan semangat membangun kebangkitan peradaban Islam dimulai dari masjid.
Penulis: Nevrianto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Launching Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, Minggu (29/1/2017), dihadiri berbagai kalangan.
Mulai tokoh agama, ulama, Gubernur Awang Faroek Ishak, Sekprov Kaltim Rusmadi, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Makmur Umar, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Pj Seketaris Pemkot Hermanto, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Farid Wadjdy, tokoh organisasi dakwah, tokoh masyarakat, dan ribuan umat muslim memadati ruang utama Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Jalan Selamet Riyadi.
Mereka berkumpul sejak 30 menit sebelum shalat subuh dimulai pukul 04.40 Wita, Minggu (29/1/2017)
Acara bertema "Dari Masjid Menjadikan Peradaban Kaltim Bangkit" dimulai dengan shalat subuh berjamaah dipimpin Imam Ustadz Abdul Rahman, Lc.
Kemudian sambutan Pembina Islamic Center, Awang Dharma Bakti. Awang mengucapkan salam dan terima kasih atas kedatangan seluruh umat.
"Terima kasih kehadiran Gubernur, Seketaris Provinsi, Walikota Samarinda, para ulama, organisasi dakwah, MUI Kaltim, dan MUI Samarinda, KH Dr Amir Faishol Fath ustadz program Dakwah Damai Indonesiaku TV One dan Juri Dakwah RCTI serta program tv MNC Muslim," ujarnya.
Kegiatan shalat subuh berjamaah untuk membangkitkan semangat membangun kebangkitan peradaban Islam dimulai dari masjid.
Selain shalat subuh dan dhuha berjamaah, ada senam sehat rutin agenda setiap mingguan, stan kuliner subuh, dan foodtruck di sekitar halaman masjid Islamic Center yang bisa dikunjungi.
Panitia kegiatan Shalat Subuh dan Shalat Dhuha Berjamaah, dari Badan Pengelola Islamic Center, Kayubi menuturkan pihaknya bersyukur dihadiri sekitar 10.000 orang jamaah.
"Persiapan panitia dimulai 2 bulan lalu dengan persiapan pertama mengumpulkan seluruh ormas Islam, MUI, Kemenag, dan Pemprov. Pemkot bersama BPIC bermusyawarah mengenai launching Gerakan Sholat Subuh dan Dhuha Berjamaah. Dan ternyata kegiatan berjalan lancar. Di lantai utama Masjid Baitul Muttaqien itu kapasitasnya 10.000 orang tampak penuh,"ujarnya.
Ia melanjutkan, tujuan dari kegiatan ini adalah membangun persatuan dan kesatuan umat Islam, menuju kebangkitan Islam.
Saat tabligh akbar, KH DR Amir Faisol Fath, mengimbau dan mengharuskan shalat subuh berjamaah dan urgensi memakmurkan masjid dimulai dari shalat subuh berjamaah. Hal ini menentukan nasib dan kebangkitan umat Islam dan bangsa.
Suadara Imam tadi membacakan Surah At-Taubah ayat 12 menggugah pemimpin waspada untuk menjaga iman dan mengantisipasi hal yang menggeroti iman.
Yang dibangun Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam awalnya adalah masjid yang merupakan rumah Allah Subhaanahu wa ta'ala. Rasul mendoakan umatnya bagi yang suka beribadah ke masjid. Betapa beda shalat di masjid dengan di rumah,apalagi shalat di Masjidil Haram.
"Bagi pemimpin di Kaltim, ingatlah teladan Mus'ab bin Umair, dulunya dikenal gemar pakai parfum dan harum, pemuda yang telah hijrah masuk Islam semua kekayaannya dikeluarkan untuk kemakmuran dan kekuatan umat Islam. Ia adalah pemuda yan gemar shalat subuh berjamaah, yang kemudian syahiddi medan peperangan Uhud," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/saling-mendoakan_20170129_142110.jpg)