Ribuan Warga Hadiri Launching Shalat Subuh dan Dhuha Berjamaah di Islamic Center
Kegiatan shalat subuh berjamaah untuk membangkitkan semangat membangun kebangkitan peradaban Islam dimulai dari masjid.
Penulis: Nevrianto |
Tak sehelai pun kain kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir.
"Mus'ab membuat gerakan dari masjid sebagaimana perintah Allah surat Al Isra ayat 78 dan hadits Rasulullah, sebab dari masjid Rasulullah membangun kekuatan," tuturnya.
Ustad Amir Faishol kembali mengingatkan setiap orang harus melawan besarnya godaan syaithan saat tidur malam.
"Kadang kita bangun di 1/3 atau 2/3 malam hanya untuk buang air kecil ke toilet. Namun karena melihat jam, oh masih jam 2 dinihari, maka syaithan membisikkan bahwa malam masih panjang, tidur saja dulu. Alangkah baiknya jika kita segera ambil wudhu untuk segera shalat. Karena waktu subuh paling ditakuti syaithan dan bisa membuat syaithan lari terbirit-birit," tuturnya.
Setelah shalat subuh berjamaah dan tabligh akbar, jamaah dituntun oleh Ustad Amir Faishol Fath berdampingan dengan membentuk 3 orang saling berpelukan untuk saling mendoakan dan mengingatkan. Supaya ingat sahabat dimanapun, shalat jamaah di masjid dimulai dari shalat subuh.
Warga jalan Cendana, Surata, sangat antusias dan terharu dengan shalat subuh dan shalat dhuha berjamaah.
"Saya tidak menyangka yang datang shalat subuh banyak sekali. Ceramah Ustadz Amir menyentuh dan menjawab kegalauan warga dan rakyat di tengah krisis persoalan bangsa. Ada cara-cara yang baik untuk bangun di waktu subuh untuk melakukan shalat. Menurut saya itu cara sederhana yang membangkitkan semangat beribadah berjamaah," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/saling-mendoakan_20170129_142110.jpg)