Kamis, 16 April 2026

Menlu Perancis Desak Turki dan Negara-Negara Barat Redakan Ketegangan

Perancis mendesak Turki dan beberapa negara anggota Uni Eropa untuk meredakan ketegangan dan mengatakan tidak ada alasan untuk melarang pertemuan

Editor: Amalia Husnul A
AP
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

Dengan alasan ketertiban umum serta masalah keamanan, Belanda tidak mengeluarkan izin bagi pendaratan Cavusoglu.

Baca: Di Turki, Nenek yang Mengasuh Cucunya Digaji Negara Tiap Bulan

Untuk Sementara

Pihak berwenang Turki juga dilaporkan telah menyegel kedutaan dan konsulat Belanda, kata sejumlah sumber pada Kementerian Luar Negeri Turki, di tengah meningkatnya perselisihan antara kedua negara menyangkut kampanye Turki di Eropa.

Turki juga menutup kediaman duta besar, kuasa usaha, dan konsul jenderal Belanda.

Sebelumnya, Menteri Urusan Keluarga Turki Fatma Betül Sayan Kaya dihadang oleh kepolisian Belanda untuk masuk ke konsulat Turki di Rotterdam, demikian menurut laporan NOS News.

Baca: Politisi Tenar Negeri Belanda Ini Dinyatakan Bersalah Atas Tuduhan Penghinaan

Kementerian Luar Negeri Turki juga mengatakan, pihaknya tidak menginginkan duta besar Belanda "untuk sementara ini" kembali ke Turki di tengah perselisihan kedua negara.

Sementara Perdana Menteri Denmark, Lars Løkke Rasmussen, Minggu (12/3/2017), mengusulkan penundaan rencana kunjungan Perdana Menteri Turki, Binali Yilderim, bulan ini karena krisis diplomatik antara Turki dan Belanda.

"Terkait serangan Turki saat ini kepada Belanda, pertemuan ini tidak bisa dipisahkan dari masalah itu,” kata Rasmussen dalam sebuah siaran pers terkait lawatan Yilderim ke negara itu.

“Oleh karena itu saya telah mengusulkan ke timpalan saya di Turki bahwa pertemuan akan ditunda," kata Rasmussen lagi. (*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved