Kolom Rehat
Apa Kabar, Puisi?
Tanggal itu dipilih berdasarkan hari kelahiran Virgil, penyair yang hidup di jaman kekuasaan Kaisar Augustus di masa Romawi.
Peringatan Hari Puisi Dunia pertama kali dirayakan pada tahun 2000.
Setiap tahun, Dirjen selalu menyampaikan serangkaian pesan saat peringatan Hari Puisi Sedunia.
Dalam pesannya di peringatan Hari Puisi Sedunia 2016 lalu, Irina Bokova mengungkapkan bahwa puisi menjadi simbol dari kreatifitas jiwa manusia.
Puisi telah berkontribusi untuk meningkatkan jiwa kemanusiaan, meningkatkan kekuatan, solidaritas dan kesadaran diri. Pesan peringatan Hari Puisi Sedunia 2017 ini akan kita ketahui dalam dua hari ke depan.
Indonesia juga memiliki peringatan Hari Puisi Nasional pada setiap 28 April (hari kematian Chairil Anwar) dan Hari Puisi Indonesia pada setiap 26 Juli (hari kelahiran Chairil Anwar), Semakin banyak hari puisi semakin baik karena semakin besar pula perhatian orang kepada puisi

Lantas, mengapa puisi itu penting bagi kita? Karena, sebagaimana termaktub dalam Deklarasi Hari Puisi Indonesia, bahwa:
"Indonesia dilahirkan oleh puisi yang ditulis
secara bersama-sama oleh para pemuda dari berbagai wilayah
tanah air. Puisi pendek itu adalah 'Sumpah Pemuda'."
Mendiang Presiden AS John F Kennedy pernah bericap bahwa "when power corrupts, poetry cleanses." Ketika kekuasaan korup, puisi membesihkan.
Dan pada saat politik penuh dengan fitnah, hoax dan megakorupsi saat ini, kembali kepada puisi tampaknya menjadi pilihan masuk akal.
Selamat Hari Puisi Seduna. Berpuisilah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arif_20150419_103718.jpg)