Dugaan Pungli di TPK Palaran
BREAKING NEWS - Disebut tak Kerja, TKBM Komura: Kami Bukan Perampok, Kami Kerja Peras Keringat
"Kami bukan maling. Bukan perampok. Kami bekerja peras keringat, dan bertaruh nyawa," tegas salah seorang anggota Komura, Rabu (22/3/2017).
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudera Sejahtera (Komura) merasa terganggu dengan pemberitaan yang beredar beberapa hari belakangan ini.
Menurut mereka, kesan yang muncul, TKBM hanya menerima upah, tanpa bekerja.
"Kami bukan maling. Bukan perampok. Kami bekerja peras keringat, dan bertaruh nyawa," tegas salah seorang anggota Komura, Rabu (22/3/2017).
Baca: BREAKING NEWS: Pengembangan Terbaru OTT, Tak Ada Pekerjaan, Komura Tetap Pungut dari Perusahaan
Baca: Pejabat Pelindo Tegaskan tak Ada Kaitannya dengan Komura
Yang terjadi di Terminal Peti Kemas (TPK) Palaran, menurut Odi, anggota Komura, turut berimbas kepada aktivitas TKBM di Dermaga Samarinda, Jalan Yos Soedarso, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
"Karena kami dengan yang di Palaran itu satu wadah. Komura dibekukan, ya kami tak bisa kerja juga," kata Odi, yang mengaku sudah menjadi buruh sejak 1976 silam.
Senada, Siswanto, anggota Komura lainnya, juga menuturkan keresahannya.
Baca: Ketua Komura Siapkan Data Jelang Pemeriksaan Kasus OTT: Kalau Salah, Semua Harus Diperiksa!
"Kami tidak ada kejelasan. Keluarga kami menunggu di rumah. Mau makan apa? Anak kami mau sekolah," tegasnya.
Menurut Siswanto, penutupan Komura membuat dirinya tak punya kegiatan lagi.
"Menangis rasanya hati ini karena tidak ada kepastian. Tolonglah yang berwenang, perhatikan nasib kami dan keluarga kami," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tkbm-komura_20170322_205224.jpg)