Kamis, 16 April 2026

Wanita Korowai Puji Buah Dada Orang Jepang, Katanya Bagus Cantik dan Putih

Sang reporter wanita malu dan tertawa terbahak pula menghadapi kerumunan wanita Suku Korowai tersebut yang sangat ingin tahu mengenai buah dadanya.

Editor: Amalia Husnul A
NTV
Wanita suku bangsa Korowai Papua dengan mengintip dan meremas buah dada Reporter Wanita Jepang. 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Mungkin baru pertama kali melihat dan merasakan lembut, cantik dan putihnya buah dada wanita Jepang, wanita suku bangsa Korowai tampak senang sekali dan tertawa terbahak beberapa waktu lalu ketika dikunjungi reporter wanita NTV Jepang ke desa Korowai di Papua dekat perbatasan Papua Newguinea.

"Wah bagus ya cantik ya lembut dan putih, aduuuhh bagus sekali buah dadanya," papar seorang wanita Korowai yang mengintip dan setelah itu meremas buah dada reporter wanita Jepang dari NTV yang disiarkan kemarin malam (2/5/2017).

Sekitar lima orang wanita suku pedalaman terasing Korowai (tentu tanpa bra hanya tirai rumput seperti rok menutupi bagian bawahnya) berkumpul bersama reporter wanita itu.

Lalu seorang di antaranya mengintip buah dada sang reporter wanita, disusul wanita lain, yang kemudian meremasnya mau tahu seperti apa rasanya, pertama kali bagi mereka.

Tentu saja sang reporter wanita malu dan tertawa terbahak pula menghadapi kerumunan wanita Suku Korowai tersebut yang sangat ingin tahu mengenai buah dadanya.

Baca: Wow. . . Rumah Adat Suku Korowai Ini Dibangun di Atas Pohon Setinggi 50 Meter

Baca: Kisah Guru di Pedalaman Papua, Keliling Bawa Buku dengan Pedati agar Anak-anak Bisa Baca Tulis

Suku bangsa Korowai saat ini berjumlah sekitar 2.900 orang dan sebagian kini sudah mulai ke luar ke masyarakat umum terutama anak-anak mereka mulai disekolahkan.

Namun beberapa anak kecil yang diwawancara NTV menjawab, "Enak di sini saja bebas, nyaman, makanan semua ada, tak berkekurangan, tak mau ke luar ah," papar mereka.

Penyakit malaria masih ada sehingga penyebaran obat malaria masih terus dilakukan ke sana sebagai antisipasi terhadap penyakit tersebut.

Itulah pula sebabnya mengapa mereka membuat rumah tinggi di atas pohon untuk menjauhi nyamuk malaria.

Namun pemikiran mereka untuk menjauh dari roh buruk (jahat) yang ada di hutan.

Namun kalangan wanitanya menghindar sehingga dibuatlah satu tempat terbuka agak luas di tepian sungai, dibuatlah rumah sederhana dari tumbuhan batang pohon yang ada di sana dan bermukimlah mereka di pinggiran sungai tersebut bersama anak-anaknya.

Baca: Genit, Selfie Orangutan Memeluk dan Meremas Buah Dada Wanita Cantik Menghebohkan

Baca: Dapat Pertanyaan Soal Buah Dadanya, Nikita Mirzani Langsung Tarik Tangan Pria Ini ke Balik Bajunya

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved