Selain Demi Gengsi, Balap Liar Ternyata Jadi Ajang Taruhan hingga Puluhan Juta Rupiah
"Kami adu gengsi. Motor atau pembalap mana yang paling keren dan laju pasti disegani di kalangan anak motor," ujar Jhon.
Sejak bisa mengendarai sepeda motor, makin banyak teman sebayanya berkumpul di halaman rumahnya. Dia Sempat beberapa kali menegur Jhon dan temannya karena berkendara tanpa SIM. Pun demikian, seolah tak menghiraukan nasehat orang tua, mereka tetap datang mengajak anaknya pindah tempat tongkrongan.
Polisi Tindak Tegas
Humas Polres Balikpapan Iptu D Suharto menyatakan, pihaknya akan menindak tegas remaja yang suka kebut‑kebutan alias balapan liar di jalan umum saat bulan puasa. Selain membahayakan diri mereka, keselamatan pengendara lain juga terancam.
"Pokoknya yang kedapatan kami melaju dengan kecepatan di atas standar, tak pakai helm, tidak membawa dokumen kendaraan langsung kami tangkap. Motor kami sita, usai Lebaran baru boleh diambil," tegas Suharto.
Menurutnya, para pelaku balapan liar sebagai ajang menunjukan eksitensi diri. Namun kerap juga dijadikan ajang taruhan antar sesama anak motor. "Seharusnya mereka beribadah, meningkatkan kualitas diri di bulan suci. Jiwa muda yang membara harusnya diarahkan pada tempatnya, bukan malah balapan liar," ujarnya.
Dari beberapa anak remaja yang diamankan sampai kini belum ada yang mengaku bahwa aksi balap liar dijadikan ajang taruhan. Semuanya karena hobi dan senang‑senang bersama teman mereka.
Aksi balapan liar di jalanan juga menjadi perhatian Polresta Samarinda. "Kapolda tegaskan aksi balap liar harus diantisipasi, agar tidak terjadi. Sebelum ada aksi balapan, polisi harus lebih dahulu datang ke lokasi yang dijadikan tempat balapan," tutur Kasubag Humas Polresta Samarinda, Ipda Danovan, Senin (5/6).
Dari hasil pemetaan kepolisian, lokasi yang kerap di jadikan arena balap tak hanya di daerah pinggiran kota Samarinda, namun juga di tengah kota, seperti di Jl Soetomo, Jl A Yani, kawasan perumahan Alaya, ring road, jalur jembatan Mahkota II, jalur jembatan Mahulu, jalan Siradj Salman, Jl Pahlawan dan Jl Kusuma Bangsa.
"Kalau surat kendaraannya lengkap, pengendaranya kita hukum fisik, seperti senam. Tapi kalau berulang kali, kita amankan motornya hingga usai lebaran baru dapat diambil, kalau yang tidak lengkap Sat Lantas akan lakukan penilangan, dengan denda mencapai Rp 3 juta," urainya.
Kendati balapan liar marak terjadi, namun pihaknya belum menemukan adanya indikasi taruhan pada aksi balapan liar tersebut.
"Hingga saat ini belum ada indikasi seperti itu (anjang taruhan). Mereka melakukan balapan hanya mencari kesenangan dan juga sebagai kebanggaan bagi mereka. Kalau ada langsung kita kenakan pidana," ucap mantan Kanit Binmas Polsekta Samarinda Ilir itu.
Fun Race tak Diminati
Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kaltim turut menyoroti fenomena balap liar yang meresahkan masyarakat. IMI Kaltim berupaya mengurangi fenomena balap liar dengan berbagai cara. Khususnya menyelenggarakan even kejuaraan yang melibatkan peserta remaja
Beberapa waktu lalu IMI Kaltim menyelenggarakan Kejuaraan Fun Race di Sirkuit Kalan, Samarinda. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum, baik yang sudah profesional maupun yang masih amatir dan pelajar.
Kegiatan itu dilaksanakan sebagai wadah kreativitas dan oenyaluran bakat di dunia balap untuk remaja. Sayangnya remaja yang suka balap liar tidak antusias memanfaatkan kejuaraan itu. Padahal melalui kejuaraan tersebut, diharapkan muncul Pebalap baru yang dapat mengharumkan Kaltim di dunia otomotif.
"Di Fun Race itu kami sudah persilakan mereka yang suka balapan liar untuk daftar. Kamu biayai uang pendaftaran mereka. Tapi dari situ tidak ada yang antusias. Aneh, kalau sudah ada kejuaraan, mereka yang suka balap liar malah gak berani ikut," katanya kepada Tribun. (m02/cde/dmz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/balap-liar_20170606_080926.jpg)