Kisah Anggota Pasukan Elit, Bernyali di Medan Perang tapi Meleleh Hatinya Ingat Keluarga

Bertugas di daerah konflik pada masa itu mengharuskan dirinya siap adu tembak dengan kelompok militan Aceh.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Serka Giatna selaku Rope Master Kopaska memberikan arahan kepada anggotanya sesaat sebelum melakukan latihan. 

Pada tahun 1997 ia resmi menjadi anggota TNI AL.

Baca: Bos Restoran Tampar Pelayan Asal Indonesia di Depan Pengunjung, Begini Reaksi Warganet

Tak lama kemudian ia memutuskan untuk masuk ke dalam Satuan Kopaska.

"Jiwa saya ini tempur, makanya saya pilih Kopaska jadi tujuan," katanya yang saat ini merupakan Rope Master Kopaska.

Keputusannya masuk ke dalam satuan pasukan elite militer Indonesia tersebut diambil saat istrinya, Hanawati mengandung 8 bulan anak pertamanya.

Anak petani Yogyakarta tersebut membulatkan tekad terjun ke dunia militer elit tersebut.

Beruntung sang istri mengerti isi hati dan arah juang hidup suaminya.

Begitupun dengan orangtua, restu pun mengalir.

"Ini hidupmu. Kalau memang itu pilihannya, jalanilah. Itu kata-kata yang saya ingat dari orang tua," kenangnya.

Menjalankan tugas, mengikuti berbagai misi, membuat Giatna harus lapang menerima kenyataan sering terpisah dari orang yang ia cintai.

Sebanyak 3 buah hati yang ia peroleh lewat istrinya, Hanawati.

Baca: Mau Melarikan Diri, Pelaku yang Membakar MA Ditembak Polisi

"Kalau zaman dulu beratnya di komunikasi. Harus ke kota, lalu ke wartel. Syukur sekarang zaman sudah maju, komunikasi jauh lebih mudah," katanya.

"Kalau tugas paling sering kangen dengan yang paling kecil. Dia putri satu-satunya. Tapi ya sudah terbiasa, namanya tugas negara," sambungnya.

Giatna mengaku momen yang paling dinantikan dirinya tak lain saat kepulangan ke markas komando satuannya di Surabaya, Jawa Timur.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved