Jumat, 24 April 2026

Ketua DPRD Balikpapan: Mekkah Saja Banjir, Apalagi Balikpapan

Menurutnya permasalahan banjir di kota Balikpapan merupakan hal yang biasa tetapi dalam hal ini program untuk Penanganannya terus berjalan.

DOK TRIBUN KALTIM
Seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos banjir di kawasan DAM, Jalan MT Haryono, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (29/8/2017). Insert: Ketua DPRD Balikpapan, Abdulloh. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Muhammad Alidona 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ketua DPRD kota Balikpapan Abdulloh mengungkapkan bahwa pembangunan gedung DPRD Kota Balikpapan sama prioritasnya dengan permasalahan banjir.

Pasalnya, gedung DPRD Kota Balikpapan saat ini dianggap sudah tidak representatif lagi dalam melayani masyarakat.

"Tapi penangan banjir ini sama juga dengan membangun gedung DPRD, karena gedung itu juga untuk melayani masyarakat. Penangan banjir juga tetap kita laksanakan. Jadi tetap kita bangun gedung DPRD ini, kalian bisa melihat sendiri kondisinya gedung DPRD saat ini layak nggak melayani masyarakat?" katanya.

Baca: Soimah dan Syahrini Berkelahi, Saling Tampar dan Berguling-guling

Menurutnya kondisi gedung DPRD Kota Balikpapan saat ini sudah tidak layak karena satu ruangan digunakan untuk 13 orang.

Padahal gedung DPRD juga merupakan fasilitas untuk melayani masyarakat.

"Satu ruangan itu untuk 13 orang. Dimana mejanya, dimana duduknya, bagaimana melayani masyarakat. Ini juga berpengaruh pada kinerja anggota DPRD. Masyarakat mau bertamu aja susah," katanya.

Menurutnya permasalahan banjir di Kota Balikpapan merupakan hal yang biasa, tetapi dalam hal ini program untuk penanganannya terus berjalan.

Baca: Berkah Banjir, Dengan Alat Sederhana Pria ini Temukan Emas dari Genangan Air

Menurutnya untuk menangani banjir tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.

Pasalnya seiring dengan pembangunan pembukaan lahan untuk kawasan perumahan salah satu konsekuensinya yakni akan berdampak pada daerah-daerah lainnya.

Baca: Berkah Banjir, Dengan Alat Sederhana Pria ini Temukan Emas dari Genangan Air

"Soal banjir ? Kalau di Mekkah aja banjir, apalagi di Balikpapan. Banjir itu biasa, tapi kan ada progress untuk penanganannya. Dan menangani banjir itu kan tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena seiring dengan proses pembangunan atau membangun, banyak juga pemangkasan hutan untuk membangun perumahan. Ya memang konsekuensinya terkena dampak yang lain. Tak ada alasan kita untuk tidak memperhatikan. Kita akan membangun terus, tapi penduduk bertambah terus. Ciri-ciri kota yang mau maju itu begitu, banjir, macet kayak Jakarta," katanya.

Saat dikonfirmasi apakah Balikpapan masih bisa dikatakan kota layak huni meskipun sering dikepung banjir, Abdulloh menegaskan masih layak sekali.

Baca: Bos First Travel Masih Punya Uang Rp 7 Miliar, Disini Disimpannya

Menurutnya banjir di Balikpapan itu hanya sebentar saja sehingga hal tersebut bukan merupakan masalah.

Pasalnya perkembangan pembangunan yang semakin marak maka pasti ada konsekuensi logis dan berdampak, salah satunya yakni banjir. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved