Jumat, 17 April 2026

Lebih Bermoral Mana, Orang yang Ateis atau Religius?

Sebuah riset sosiologi menarik menelisik perilaku ateis dan religius dan mendapatkan berhasil mendapatkan gambaran tentang motif tindakan.

NET
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO -- Ada ateis ada religius.

Masing-masing golongan punya stereotipe-nya.

Sebuah riset sosiologi menarik menelisik perilaku ateis dan religius dan mendapatkan berhasil mendapatkan gambaran tentang motif tindakan dan moralitasnya.

Riset itu menunjukkan, tak ada satu golongan yang lebih atau kurang bermoral dibandingkan yang lain.

Collin Cowgill dari Universitas Ohio dan timnya melakukan tiga eksperimen untuk melihat perilaku prososial, kecenderungan kelompok untuk mendukung anggotanya sendiri.

Dalam eksperimen pertama, pesertanya 297 orang, terdiri dari 150 orang Kristen dan 147 ateis.

Mereka ditugaskan bermain Dictator Game, sebuah permainan ekonomi.

Dalam permainan itu, tiap peserta ditugaskan membagi uang kepada peserta lain.

Permainannya sedikit dimodifikasi.

Para peneliti mengatakan bahwa tiap peserta mengetahui identias peserta lainnya.

Para peneliti juga memberi tahu bahwa pemain lain akan memberikan skor reputasi yang dapat dilihat secara terbuka.

Pada eksperimen kedua, para peneliti melibatkan 233 peserta, 151 orang Kristen dan 82 atheis.

Kegiatannya hampir sama. Bedanya, kelompok kedua tidak tahu bahwa mereka berpasangan dengan orang sungguhan.

Usai permainan, peserta harus menyelesaikan survei untuk mengevaluasi moralitas pasangan mereka.

Hasil dari dua eksperimen itu, orang Kristen memberi lebih banyak uang kepada sesamanya, sedangkan ateis memberikan jumlah yang sama kepada semua orang, terlepas dari status religiusitasnya.

Baca: Badai Irma Hantam Florida, KJRI Minta WNI Evakuasi ke Shelter Terdekat

Hasil menarik dijumpai dalam eksperimen ketiga.

Peneliti melibatkan 524 peserta, terdiri dari 140 ateis dan 384 Kristen.

Kelompok pertama dibertahu bahwa orang lain tidak tahu identitas mereka, sedangkan pada kelompok kedua diberitahu.

Saat orang ateis berpikir bahwa orang Kristen tak mengetahui identitas mereka, bias kelompok muncul.

Orang ateis memberi lebih banyak uang kepada sesamanya daripada memberi ke orang Kristen.

Hal ini menunjukkan bahwa ateis tidak sepenuhnya bersikap altruisme.

"Hasil kami menunjukkan bahwa ateis secara unik memperhatikan anggota kelompok luar karena menganggapnya tidak bermoral, karena kurangnya religiusitas, dan bahwa masalah ini setidaknya sebagian bertanggung jawab atas perilaku ateis terhadap mitra Kristen mereka dalam permainan ekonomi," para peneliti menulis di pembelajaran.

Saling memengaruhi diantara kedua kelompok ini diminati oleh para peneliti.

Hasil penelitian Ain Simpson, Kimberly Rios, dan Collen M. Cowgill pada Journal Experimental Social Psychology menunjukkan bahwa kedua kelompok tidak saling memahami.

Baca: Megawati Ngomongin Pengecut, kepada Siapa Sebutan Itu Dilontarkan?

Baca: Tiga Personel Lanal Terima Satya Lencana

Baca: Jangan Salah Kaprah, Inilah Cara Tepat Penanganan Pertama setelah Digigit Ular Berbisa

Baca: Berkaca dari Kasus Bayi Debora, Inilah Prosedur Penanganan Pasien dalam Kondisi Darurat Sesuai UU

Baca: Komisi III DPR Undang Seluruh Pimpinan KPK, Ini yang akan Mereka Pertanyakan

Baca: Wow, Mewah Banget Pesta Ulang Tahun Anak KD dan Raul Lemos, Lihat Kemeriahan Foto-fotonya!

Orang ateis berbicara dengan nada negatif tentang orang Kristen, dan begitu juga sebaliknya.

"Menurut saya, riset ini memberitahukan bahwa ateis sangat sadar stereotip negatif tentang dirinya sehingga ada perbedaan perilaku dengan mereka yang Kristen, bahkan dalam interaksi kecil," kata Cowgill seperti dikutip Science Alert, Jumat (8/9/2017).

Dari kedua penelitian di atas, menunjukkan betapa stereotip mempengaruhi cara pandang dan perilaku seseorang kepada kelompok lain.

Maka, jika dialog terus dibangun diantara kelompok yang berbeda, bukan hal mustahil bahwa manusia bisa hidup tanpa prasangka. (Kompas.com/Lutfy Mairizal Putra)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved