Setelah 50 Tahun Inilah 6 Teori Konspirasi Yang Muncul, Siapa Sesungguhnya Dalang Pembunuhan JFK?

Sepanjang lima dekade pasca-tewasnya JFK -panggilan Kennedy, berbagai teori konspirasi pun bermunculan.

(Daily Mail)
Presiden John F Kennedy bersama istrinya Jacqueline, Gubernur Texas John Connally dan istrinya Nellie Connally berkendara bersama di dalam Limousine kepresidenan di Dallas pada 23 November 1963, hari tertembaknya Kennedy. 

TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON DC - Sejak kematian John F Kennedy pada 22 November 1963, hingga kini, siapa yang pembunuh Presiden ke-35 Amerika Serikat (AS) tersebut masih menjadi misteri.

Sepanjang lima dekade pasca-tewasnya JFK -panggilan Kennedy, berbagai teori konspirasi pun bermunculan.

USA Today mengumpulkan teori konspirasi itu menjadi enam pihak yang dianggap memiliki peran penting atas terbunuhnya JFK.

Berikut daftarnya:

CIA (Central Intelligence Agency)
CIA menjadi nama pertama yang masuk ke daftar. Motifnya? Kekecewaan lembaga itu, karena JFK memutuskan merombak dinas rahasia ini, pasca-Insiden Teluk Babi, 17 April 1961.

Insiden Teluk Babi adalah invasi yang dilakukan Brigade 2506, paramiliter buatan CIA, untuk menggulingkan pemerintahan komunis Fidel Castro.

Pakar sejarah forensik, Patrick Nolan, dalam bukunya "CIA Rogues and the Killing of the Kennedys" memaparkan, ada empat agen super CIA di Dallas.

Tiga di antaranya melepaskan empat tembakan.

Mafia
Keterlibatan organisasi kriminal Italia itu disebabkan ketidaksukaan mereka terhadap adik JFK, Robert Kennedy, yang menjadi Jaksa Agung sewaktu JKF menjabat.

Saat itu, Robert Kennedy tengah getol-getolnya memerangi kriminalitas, di mana mafia dianggap sebagai otak utama kejahatan.

Uni Soviet
Meski di era JFK, AS berusaha menjalin hubungan dengan Uni Soviet, ada suatu masa di mana negara sosialis-komunis itu tidak menyukai JFK.

Yakni, ketika terjadi insiden Krisis Misil Kuba, pada Oktober 1962.

Saat itu, AS menempatkan stasiun peluncuran rudal balistiknya di Italia dan Turki. Sedangkan Soviet berusaha membalas dengan mengirim rudal ke Kuba.

Presiden Joh F Kenedy bersama istrinya, Jecqueline Bouvier
Presiden Joh F Kenedy bersama istrinya, Jecqueline Bouvier 

Penempatan rudal balistik yang dekat dengan jantung utama negara sempat menimbulkan kepanikan global bahwa Perang Dingin antara AS-Soviet bakal bereskalasi menjadi perang nuklir.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved