Pihak Sekolah Tertutup, Kadisdik Tak Mau Komentar Soal Guru yang Gantung Diri di Balikpapan

Suasana di sekolah cenderung sepi, hanya beberapa kelas yang tengah melakukan kegiatan belajar mengajar.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Suasana SD 002 Sepinggan Balikpapan Selatan, Senin (15/1/2018), tempat Sri Wahyuningsih mengajar semasa hidupnya. 

Jufri menjelaskan, malam hari sebelumnya Sri sempat mengeluh kepada suaminya soal sakitnya yang tak kunjung sembuh.

"Dia mengeluh pada suaminya, kenapa kok sakit maag ini tidak sembuh-sembuh," kata Jufri.

Sri yang dikabarkan masih mengajar di SDN 002 Sepinggan, Balikpapan Selatan ini ditemukan sekitar pukul 13.00 oleh suaminya.

Sebelum ditemukan, menurut keterangan Mujiono kepada Kepolisian, dirinya saat Minggu subuh keluar rumah untuk membuang sampah. Sepulang dari membuang sampah, ia lalu berolahraga sepeda.

Sekitar pukul 11.00 Wita ia lalu pulang ke rumah dan mencari istrinya, namun Mujiono hanya menemukan anaknya.

Mujiono lalu berusaha mencari istrinya dengan bertanya kepada anaknya dan tetangga, namun tidak ada yang melihat.

"Ia bahkan mencari hingga ke pantai yang jaraknya cukup jauh dari rumah. Tapi tidak ketemu," ujar Jufri.

Mujiono lalu kembali pulang ke rumah. Ia lalu terpikir kemungkinan istrinya sedang berada di rumah kontrakan miliknya yang kosong.

Ia lalu berusaha masuk, namun tak bisa lantaran pintu terkunci.

Firasat Mujiono tentang keberadaan istrinya di dalam rumah kontrakan menguat, hingga ia akhirnya menerobos masuk rumah lewat jendela.

Begitu di dalam ia menemukan istrinya sudah tewas tergantung dengan seutas tali berwarna putih.

Di leher Sri juga tergantung handuk kecil berwarna putih. Saat itu Sri mengenakan busana daster panjang berwarna biru dan celana panjang putih.

Kaki kirinya sudah tergantung, sedangkan kaki kanannya masih berada di atas kursi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved