Tarakan Jadi Pilot Project Gerakan Non Tunai di Kaltara

Kapan target BI Perwakilan Kaltara agar masyarakat di Kaltara menggunakan pembayaran non tunai?

Penulis: Junisah |
TRIBUN KALTIM / JUNISAH
Kepala BI Perwakilan Kaltara, Hendik Sudariyanto 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Guna mendorong instrumen non tunai dalam pembayaran, Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, akan melakukan pencanangan Gerakan Non Tunai (GNT) di Kaltara.

Pencanangan di Kaltara akan dimulai di Kota Tarakan.

Untuk merealisasikan pencanangan GNT, dalam waktu dekat ini BI Perwakilan Kaltara akan melakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan Pemkot Tarakan.

Setelah itu dilanjutkan dengan kabupaten yang ada di Provinsi Kaltara.

“Kota Tarakan ini kita jadikan pilot project untuk GNT di Provinsi Kaltara. Lalu di ibukota Kaltara di Tanjung Selor dan diikuti kabupaten lainnya,” ucap Kepala BI Perwakilan Kaltara, Hendik Sudariyanto, Selasa (16/1/2018) di sebuah rumah makan di Kota Tarakan.

Baca juga:

KPK Tetapkan Bupati Kukar Rita Widyasari Jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang

Difteri Sudah Masuk Mapolresta Samarinda, Satu Tahanan yang Positif Langsung Dilarikan ke RS

Tampil Gemilang Kontra Pasukan Islandia, Gelandang Muda Timnas Indonesia Angkat Bicara

Tiap Malam Pekerja Ini ke Stasiun Bawa Ponsel, Bukan Numpang Isi Baterai, Alasannya Mengharukan

Motor di Tiga Kecamatan Ini Pernah Dikuasainya, Aksi Pria Ini Akhirnya Terhenti

Hendik mengatakan, alasan Kota Tarakan dijadikan pilot project GNT, karena di Bumi Paguntaka ini memiliki infrastruktur pendukung dan jumlah perbankan yang sebagian besar ada di Kota Tarakan dibandingkan daerah lainnya yang ada di Provinsi Kaltara.

“Keuntungan melakukan transaksi non tunai ini, tidak membuat kantong menjadi tebal karena cukup menggunakan kartu dan lebih aman. Untuk penggunaanya pun tinggal digesek saja. Jadi transaksi pembayaran sangat mudah dengan non tunai,” ujarnya.

Menurut Hendik, sejak BI ada di Kaltara, pihaknya sebenarnya telah melakukan sosialisasi secara parsial kepada anak-anak sekolah, masyarakat umum, hingga mahasiswa. Dalam sosialisasi ini pihaknya memberikan edukasi transaksi non tunai.

“Namun bagi kami itu belum, karena nantinya kita akan melakukan gerakan masif yang besar seperti GNT dan ini perlu didukung Pemkot Tarakan. Dengan gerakan ini memberikan contoh menggunakan non tunai. Diharapkan kedepan pembayaran non tunai menjadi lebih berkembang di Kaltara,” ucapnya.

Kapan target BI Perwakilan Kaltara agar masyarakat di Kaltara menggunakan pembayaran non tunai?

Baca juga:

Tiga Pejabat Nonjob Mengaku Diperiksa Inspektorat, Tudingan di PTUN Kembali Diungkit

BI Luluskan 359 Wirausahawan dari Mini University, Latar Belakang Lulusan Mengejutkan

Tiga Kapal Patroli AL Awasi Perairan Kutim, Tangkal Kriminalitas di Laut

Kemenkes Distribusikan Vaksin Difteri di Kota Minyak Pekan Depan

Jualan Aksesoris Handphone, Penyandang Disabilitas Ini Jadi Lulusan Mini University Bank Indonesia

“Kita berharap secepatnya, namun untuk mengubah mindset seseorang sampai satu tahun tidak
gampang, untuk itu harus secara bertahap,” katanya.

Hendik mencontohkan, di Pulau Jawa hingga saat ini pembayaran non tunai terus dilakukan oleh pemerintah daerahnya.

Salah satunya dengan adanya jalan tol yang mewajibkan transaksinya dilakukan secara non tunai.

“Oleh karena itu GNT ini dapat dilakukan tergantung komitmen dari daerahnya,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved