Kampus UI dan UGM Mendadak Dibanding-bandingkan, Usai Heboh Kartu Kuning untuk Jokowi

Sebelum Zaadit menyodorkan 'kartu kuning' ke presiden, UGM sudah lebih dulu menerjunkan aksi nyata ke permasalahan gizi buruk di Papua.

Kampus UI dan UGM Mendadak Dibanding-bandingkan, Usai Heboh Kartu Kuning untuk Jokowi
Istimewa
Aksi kartu kuning Zaadit Taqwa pada Presiden Jokowi 

Baca: Balikpapan Akan Miliki Kantor BPOM Tahun ini

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat UGM, Nanung Agus Fitriyanto, mengatakan ada beberapa rekomendasi yang bisa dilakukan di Agats.

Rekomendasi itu antara lain dukungan sistemik komprehensif kepada Kabupaten Asmat sebagai tindaklanjut penanganan kondisi darurat ini.

Pihak UGM pun tengah menyiapkan tim UGM selanjutnya dalam jumlah yang lebih besar untuk program multidisiplin jangka menengah.

"Dalam waktu dekat pengiriman tim yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum dan dokter kesehatan masyarakat sangat diperlukan. Untuk program menengah perlu juga bersinergi dengan multi stakeholders dalam mendukung Kabupaten Asmat dalam pembangunan di sektor infrastruktur dasar, seperti listrik dan air bersih serta kesehatan lingkungan," tambahnya.

Jokowi Segera Kirim BEM UI Ke Asmat

Baca: Tarik Dukungan dari Rusmadi-Safaruddin, Herwan: Ini Masalah Harga Diri

Baca: Orgatrans: Kami Terus akan Mogok, Kalau perlu Sepanjang Februari Ini

Baca: Banting Harga Rp 10 Miliar, PT Sasmito Menangi Lelang Pasar Rawa Indah, Tiga BUMN Kalah Lelang

Sementara Presiden Joko Widodo ingin agar pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ikut melihat dan menyaksikan kondisi yang ada di Kabupaten Asmat, Papua.

"Mungkin nanti ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI ya," kata Presiden Joko Widodo setelah menghadiri Haul Majemuk Masyayikh di Pondok Pesantren Salafiyah Safi`iyah Sukorejo, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (3/2/2018), seperti dikutip Antara.

Senada,  Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani menyambut baik ide Presiden Jokowi untuk mengirim Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) ke Asmat, Papua, untuk melihat kondisi riil.

Hal itu disampaikan Puan menanggapi usulan Presiden mengirim BEM UI ke Asmat untuk melihat penanganan gizi buruk dan kesehatan di Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Baca: Pengurus Parpol Mengeluh Minimnya Dana Banpol, Terpaksa Lakukan Ini

Baca: Sidak RSUD, Neni Minta Isi Kotak Saran Dilaporkan Tiap Satu Bulan Tanpa Rekayasa

Baca: Parpol Keluhkan Dana Banpol, Pengamat Sebut Parlo Cenderung Pilih Pemodal

"Jadi seperti Pak Presiden sampaikan, mungkin ada baiknya juga nanti teman-teman BEM ini bisa melihat langsung wilayah yang mereka harus lihat bahwa banyak sekali persoalan di Indonesia ini yang memang harus dilakukan bersama," kata Puan di Kemayoran, Jakarta, Minggu (4/2/2018) seperti dilansir Kompas.com . 

Ia mengatakan, semua kementerian dan lembaga terkait sudah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengatasi persoalan gizi buruk dan kesehatan.

Oleh karena itu, ia meminta mahasiswa juga melihat kinerja pemerintah dalam mengatasi persoalan tersebut sembari memberikan kritikan yang membangun.

"Bahwa sebagai mahasiswa itu ingin melakukan satu kritikan, saya harap kritikan yang membangun. Silakan saja lihat ke Asmat bahwa kami sudah bergotong royong datang ke sana," lanjut putri Megawati Soekarnoputri itu. (TribunStyle.com/ Agung BS) 

Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved