Cagub Ini Sebut Pemerataan Insentif untuk Guru Tak Sulit, Begini Catatannya
“Saya bersyukur PGRI menerima saya. Dan saya ini kan guru. Pernah jadi kepala sekolah. Artinya nafas ini sama dengan guru,” ungkapnya.
Penulis: Rafan Dwinanto |
Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tak ada bangsa yang maju jika pendidikannya tertinggal.
Hal ini diucapkan Bakal Calon Gubernur Kaltim, Rusmadi Wongso, usai bersilaturahmi dengan Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim, Rabu (7/2/2018).
“Apapun untuk pendidikan akan saya lakukan. Saya berkomitmen. Karena tidak ada bangsa yang maju di dunia ini kalau pendidikan tertinggal,” ucap Rusmadi.
Rusmadi mengaku sangat mengenal kehidupan guru. Lantaran dirinya juga berasal dari kalangan guru.
Baca juga:
Ditinggal Kabur Pemiliknya, 1 Kilogram Sabu Ditemukan di Jok Motor
Pasangan Suami Istri Temukan Surat di Pantai, Begitu Lihat Tanggalnya Langsung Cari Penulisnya
Alberto Goncalves Resmi Jadi WNI, Warganet: Panggil Dia Bela Timnas, Nggak Akan Nyesel
Sekadar informasi, sebelum menjadi dosen di Universitas Mulawarman (Unmul), Rusmadi mengawali karir pendidiknya mulai jadi guru SMP dan SMA Kosgoro. Dan berjanjut sebagai Kepala sekolah Tunas Kelapa.
“Saya bersyukur PGRI menerima saya. Dan saya ini kan guru. Pernah jadi kepala sekolah. Artinya nafas ini sama dengan guru,” ungkapnya.
Selain peningkatan sarana prasarana pendidikan, kata Rusmadi, hal lain yang patut mendapat perhatian pemerintah adalah perlindungan dan kesejahteraan guru. Termasuk soal insentif.
Menurut Rusmadi, soal kesejahteraan guru ini sejatinya tak rumit. Catatannya, ada semangat gotong-royong antara Gubernur dan Bupati/Walikota.
Baca juga:
Wabup Bantah Ada Pengumpulan Ijazah, Forum TK2D Akui Sekadar Pendataan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pgri_20180207_195527.jpg)