Dapat Mimpi Hingga Ngaji di Pesantren Aa Gym, Begini Kabar Artis Cantik Ini Setelah Menjadi Mualaf
Hanya saja, mimpi itu mengampiri saat ia berusia 18 tahun dan belum menjadi seorang muslimah.
Sarah pun ketagihan mengaji pada Aa Gym, walaupun saat itu ia belum menjadi muslimah.
Bahkan, saat temannya yang pertama kali mengajak mengaji mulai jarang datang, ia tetap bersemangat.
Ia sengaja mengikuti pengajian di malam hari.
”Takut teman-teman lain yang tahu saya non-Muslim teriak, Sarah, elu ngapain bukan Muslim ada di sini?” ujarnya.
Setelah sangat yakin dengan Islam, ia pun memutuskan masuk Islam. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat di Bandung, Jawa Barat saat masih duduk di bangku kelas tiga SMK, beberapa saat menjelang kelulusan.
Baca: Kisahnya Menggetarkan Hati, Vokalis Band Asal Malaysia Putuskan jadi Mualaf
Karena alasan takut itu, ia pun bersyahadat secara sembunyi-sembunyi.
Hari-hari setelah menjadi Muslim dilaluinya dengan banyak cobaan.
”Komunitas bermain saya sedikit-demi sedikit berubah,” ujarnya.
Di sisi lain, ada ketakutan yang sangat akan sikap keluarganya.
Lulus SMA, ia pindah ke Jakarta menemani ibunya, Nurmiaty.
”Akhirnya, di sana saya benar-benar seperti ayam kehilangan induk, karena nggak ada teman. Sementara sejumlah keluarga mama sering datang ke rumah dan mengajak pergi beribadat,” ujarnya.
Sarah berusaha berkelit untuk tidak pergi dengan berbagai alasan; malas, ketiduran, dan sebagainya.
”Tapi, lama-lama keluarga saya bisa curiga, kenapa ini anak? Nanti bisa ketahuan.”
Lalu diatur lagi siasat setiap malam Minggu ia menginap di rumah teman.