Dapat Mimpi Hingga Ngaji di Pesantren Aa Gym, Begini Kabar Artis Cantik Ini Setelah Menjadi Mualaf
Hanya saja, mimpi itu mengampiri saat ia berusia 18 tahun dan belum menjadi seorang muslimah.
Sesekali, ia turut ke tempat ibadat agama keluarganya.
Namun, ia mengunci mulutnya sambil mengucapkan doanya sendiri pada Allah SWT. ”Teman ada yang menegur, ‘Sar, kamu kok nggak nyanyi?’ Saya bilang, ‘Itu lagu baru, saya nggak hafal.’ Dalam hati saya sibuk berzikir pada Allah.”
Ia pun selama beberapa tahun sembunyi-sembnyi melakukan ibadah.
Pernah suatu hari tas miliknya diperiksa dan ternyata ada buku panduan salat di dalamnya.
Mengetahui hal ini, ia berujar, ”Buku itu milik teman yang ketinggalan dan saya bawa.”
Di kalangan teman-temannya, ia tetap mengaku sebagai pemeluk agama lamanya.
Begitu pula ketika ia memasuki dunia sinetron.
”Semua kru menganggap saya non-Muslim. Tapi, ada beberapa teman yang membocorkan bahwa saya ini sudah masuk Islam tapi tidak mau mengaku.”
Ketika masuk waktu salat, ia melaksanakan salat sendirian secara sembunyi-sembunyi setelah pemain dan kru lain selesai salat.
Sejak 2001 sampai memasuki awal tahun 2003, ia beribadah secara sembunyi-sembunyi.
Tabir mulai terbuka pertengahan tahun 2003.
Pamannya yang Muslim meninggal dunia.
Sama seperti dia, sang paman juga menyembunyikan identitas kemuslimannya.
Saat itu keluarga besarnya hampir menguburnya sebagai seorang non-Muslim, sampai ditemukan identitas yang menunjukkan kemuslimannya.
Baca: Bocah 8 Tahun Memilih Jadi Mualaf, Belajar Shalat Beralas Handuk dan Selalu Pergi Tiap Pukul 15.00
Dari kejadian pamannya itu, Sarah seperti mendapat sindiran dari lingkungan keluarga.
”Makanya kalau agama itu harus jelas. Islam ya ngaku Islam, kalau non-Muslim ya non-Muslimn. Kalau seperti kejadian ini serba tanggung jadi dikuburnya bingung,” kata seorang keluarga seakan menohok dirinya.
Namun lagi-lagi, ia tak punya nyali untuk mengaku telah menjadi muslimah pada keluarganya.
Ia hanya berpesan pada sahabatnya, ”Seandainya saya meninggal, tolong dikuburkan secara Islam. Itu wasiat lisan kepada teman karena soal umur siapa yang tahu.”
Kini pertimbangannya bukan lagi takut diusir keluarganya.
Secara ekonomi, ia mapan.
Ia hanya kasihan pada mamanya, yang pasti akan dihujat keluarga besarnya.
Ia menuturkan, tahun 2003 sebenarnya kabar keislamannya sudah tercium media infotainment.
”Mereka memberitakan Natalia Sarah telah menjadi seorang mualaf,” ujar pemilik nama Natalia Sarah, namanya sebelum menjadi Muslim.
Untungnya jam tayangnya pagi hari, sehingga tak banyak orang-orang dekatnya yang tahu.
Memasuki 2004 berita itu semakin santer.
Keluarganya banyak yang tahu.
Tapi mereka diam karena beranggapan nanti bakal balik lagi seperti artis yang lainnya.
Namun, kata dia, "Juni 2005 saya punya keinginan kuat berumrah. Mendengar kabar saya mau umrah, keluarga geger. Mereka pun datang ke rumah untuk menyidang saya."
Keinginan itu berawal dari sibuknya dia hingga jatuh sakit dan tak berpuasa.
Ia sempat pingsan sejenak dan tiba-tiba dia merasa tengah berada di tengah lautan manusia yang sedang berthawaf.
Bahkan sampai tersadar, bibirnya masih melafalkan 'labaika Allahumma labaika'.
”Sejak hari itu saya menabung dan meniatkan berumrah,” ujarnya.
Ketika hendak berangkat, Sarah menemui keluarganya dan sempat menangis.
Ia berujar lirih, ”Ya Allah, masak saya tidak boleh untuk menginjakkan kaki ini ke Tanah Suci-Mu.”
Kini, keluarga besarnya sudah memahami pilihannya memeluk Islam.
Mereka menghormati.
Begitu juga mama dan adik-adiknya.
Ia sungguh bersyukur.(*)
Artikel ini telah ditayangkan Tribun Sumsel dengan judul Artis Cantik Ini Mimpi Hingga Mati-matian Masuk Islam, Begini Kehidupannya Sekarang