6 Fakta Baru yang Terbongkar dari Kasus e KTP Berdasarkan Rekaman Johannes Marliem

Dari sejumlah rekaman itu, muncul berbagai fakta terkait korupsi pengadaan e-KTP yang belum pernah diketahui sebelumnya.

6 Fakta Baru yang Terbongkar dari Kasus e KTP Berdasarkan Rekaman Johannes Marliem
Kolase/TribunKaltim.co
Johanes Marliem, saksi kunci kasus korupsi e-KTP 

Berikut petikan kata-kata Marliem dalam transkrip wawancara yang ditampilkan jaksa KPK:

"Mereka meminta Rajesh untuk benar-benar mengirimkannya dari Mauritius".

"Karena saya mendapat arahan yang mengatakan kirim uang ke sini, kirim uang ke sana. Jadi saya menyampaikannya ke Rajesh".

"Sebagian akan ke money changer, namanya saya tidak ingat. Karena itulah saya sampaikan kepada KPK, 'Anda ingin melacak dana?".

"Itu yang saya katakan. Ya bisa jadi Novanto".

5. Setya Novanto Singgung Demokrat dan Khawatir Diperiksa KPK

Saat sarapan pagi bersama Marliem dan Andi, tiba-tiba Novanto membicarakan mengenai pemeriksaan oleh KPK.

Selain itu, Novanto juga menyebut Demokrat.

Berikut kata-kata Novanto yang ditampilkan dalam bentuk transkrip oleh jaksa KPK:

"Ngomong sama Demokrat, diperiksa lu nanti (tertawa)".

"Itu Pak Novanto yang mengatakan. Tapi mengenai konteksnya Beliau yang bisa jelaskan," kata Andi yang dihadirkan sebagai saksi.

Dalam percakapan selanjutnya, Novanto juga kembali menyinggung Demokrat.

"Tebebek-bebek, tinggal itu kita ngomong ama Demokrat, kita justru tidak jadi periksa (tertawa)".

Andi sempat dikonfirmasi oleh jaksa mengenai siapa yang dimaksud Demokrat.

Namun, Andi menyatakan tidak mengetahui siapa yang dimaksud oleh mantan Ketua DPR itu.

Baca: Baim Wong Mau Dijodohkan, Asal si Wanita Punya Syarat Ini

6. Novanto Sebut Biaya jika Berurusan dengan KPK Rp 20 Miliar

Dalam pembicaraan saat sarapan pagi itu, Novanto kemudian mengungkapkan kekhawatirannya jika kasus korupsi dalam proyek pengadaan e-KTP ditangani KPK.

Novanto khawatir peran Andi Narogong dalam kasus itu terungkap.

Salah satu sebabnya karena Andi yang mengendalikan semua peserta lelang dalam proyek tersebut.

Berikut kata-kata Novanto dalam rekaman tersebut:

"Itu lawannya Andi, Andi juga. PNRI dia juga, itu dia juga. Waduh, Gua bilangin kali ini jangan sampai kebobolan, nama Gua dipakai ke sana sini".

"Ongkos Gua entar lebih mahal lagi. Giliran Gue dikejar ama KPK, ongkos Gua dua puluh miliar. Kalau Gua dikejar sama KPK, ongkos Gue dua puluh miliar".

Andi mengaku tidak mengetahui maksud pembicaraan Novanto tersebut.

Namun, ia menduga Rp 20 miliar itu biaya membayar fee pengacara.

"Ya, mungkin biaya pengacara kalau sampai tersandung kasus hukum," kata Andi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Enam Poin Penting yang Terungkap dari Rekaman Johannes Marliem soal E-KTP"

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved