Berkomplot dengan Seorang Residivis, Karyawan Perusahaan Tambang Terlibat Kasus Penjambretan
Karena pada situasi jalan sepi di malam hari, pelaku penjambretan kerap berkeliaran mencari mangsa.
Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kriminalitas di jalanan di kawasan Sangatta, belakangan ini cukup meresahkan warga.
Namun, sejauh ini keluhan hanya disampaikan lewat media sosial berupa imbauan agar berhati-hati. Karena pada situasi jalan sepi di malam hari, pelaku penjambretan kerap berkeliaran mencari mangsa.
Beranjak dari hal tersebut, jajaran Reskrim Polsek Sangatta Utara melakukan penyelidikan di lapangan dengan menyanggong beberapa titik rawan di kawasan Kecamatan Sangatta Utara.
Baca juga:
Rumor Bakal Jual 10 Pemain Menguat, Real Madrid Rencanakan Megatransfer 3 Pemain Ini?
Unik! Seluruh Pelari dalam Sebuah Perlombaan Didiskualifikasi, Ini Penyebabnya . . .
Petinggi PDI Perjuangan Sebut Tiga Faktor yang Bisa Membuat Jokowi Jadi Calon Tunggal
Tepat di Jalan APT Pranoto Desa Sangatta Utara, aparat mengamankan seorang pemuda yang diduga melakukan aksi jambret pada seorang IRT yang melintas menggunakan kendaraan roda dua.
“Pelaku penjambretan di Jalan APT Pranoto berhasil dikejar aparat dan diamankan. Pemuda tersebut bernama Baharuddin alias Bahar, yang ternyata salah seorang karyawan perusahaan pertambangan. Saat diamankan kami mendapatkan HP yang diakui dari hasil menjambret di kawasan tersebut,” ungkap Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan didampingi Kapolsek Sangatta, Iptu Slamet Riyadi, Minggu (4/3/2018).
Dari mulut Bahar, polisi mendapat satu nama lain yang merupakan komplotannya dalam melakukan aksi jambret.
M Asrien alias Alen, warga Jalan Poros Sangatta Bontang Km 3, Kecamatan Sangatta Selatan, berhasil diamankan di kawasan Gang Seroni Jalan Yos Sudarso I, Kecamatan Sangatta Utara.
“Tersangka Alen residivis kasus yang sama dan baru saja keluar dari penjara. Ia tidak memiliki pekerjaan, sementara kebutuhan hidup sehari-hari cukup besar. Sehingga nekat melakukan penjambretan,” ungkap Slamet.
Baca juga:
Duh, Popularitas 'Super Simic' Mulai Dimanfaatkan oleh Oknum Tak Bertanggung Jawab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jambret_20180304_164455.jpg)