Sabtu, 18 April 2026

BI KPw Kaltim Gelar Workshop Wartawan

Tak Sembarangan, Ini Alasan BI Keluarkan Uang Kertas Warna-warni

Lewat setahun lebih sejak diluncurkan uang baru, kerap memunculkan cerita-cerita menarik dan bahkan viral di warga net.

Penulis: Adhinata Kusuma | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM/ADHINATA
Asisten Manajer Fungsi Komunikasi dan Koordinasi Kebijakan Kpw BI Prov. Kaltim, Dirwanta Firsta, memberikan materi dalam workshop wartawan ekonomi yang digelar KPw BI Provinsi Kaltim pada 28-29 Maret 2018 di Bali. 

"Dari teori Munsell dipilih menjadi dasar kenapa tiap pecahan itu warnanya beda-beda. Dan sengaja juga, kalau kita perhatikan emisi baru 2016 itu warnanya tidak jauh beda dengan emisi sebelumnya, misal Rp 100 ribu warna merah sama dengan tahun sebelumnya, 50 ribu juga biru. Ini sebenarnya agar iar masyarakat mudah dalam transasksi," katanya.

Warga menunjukkan uang kertas rupiah baru tahun emisi 2016.
Warga menunjukkan uang kertas rupiah baru tahun emisi 2016. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Atas dasar itu, secara pribadi, Dirwanta menilai sebenarnya perbedaan antarpecahan di uang kertas emisi 2016 sudah cukup jelas. Namun ia juga mengatakan, memang di setiap penerbitan uang baru, pasti ada masa di mana masyarakat tak bisa langsung menerima dengan baik. "Bukan hanya di Indonesia," katanya.

Namun ia yakin, pada akhirnya perlahan-lahan masyarakat pasti mengetahui dan terbiasa dengan uang baru. Kebijakan BI pun selama ini tak langsung menyetop uang lama yang beredar ketika muncul pecahan baru, namun secara bertahap, serta diimbangi dengan terus menrus melakukan sosialisasi uang baru.

Di KPw BI Kaltim sendiri, sosialisisai rutin dilakukan, dalam sebulan bisa dua tiga kali tim BI jalan ke Kabupaten/Kota di Kaltim. "Khusus daerah-daerah di Kabupaten memang harus didatangi untuk sosialisasi. Sekalian kita kirim uang kita gelar acara sosialisasi. Terakhir kita ke Kutim menggelar sosialisasi," papar Dirwan.

Dalam sosialisasi, BI juga menggandeng bank. "Teknisnya kita datang dan kumpulkan masyarakat, memang tak mungkin bisa kumpulkan orang banyak, maka itu kita gandeng perbankan, karena nanti bank juga yang berghubungan dengan masyarakat," katanya. (aka)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved