Berita Unik
Enggan Direlokasi, Pria Ini Pilih Geser Rumahnya Sejauh 40 Meter Agar Tak Digusur
Alih-alih rumahnya digusur lantaran akan dijadikan konstruksi jalan raya, pria ini justru memilih untuk memindahkan rumah kesayangannya.
TRIBUNKALTIM.CO - Relokasi atau pemindahan tempat menjadi hal yang dilakukan pemerintah guna mewujudkan pembangunan tata kota yang lebih baik.
Namun nahasnya, tidak semua masyarakat yang tempat tinggalnya terpaksa digusur mau untuk direlokasi.
Seperti yang dialami oleh Gao Yiping, seorang petani di Provinsi Jianxi, China Selatan berikut ini.
Alih-alih rumahnya digusur lantaran akan dijadikan konstruksi jalan raya, pria ini justru memilih untuk memindahkan rumah kesayangannya.
Baca: 50 Tenaga Medis Disiapkan, RSUD Mantri Raga Segera Dioperasionalkan
Bukan tanpa alasan, pasalnya Gao telah menyelesaikan pembangunan rumahnya yang berlantai tiga tersebut pada tahun 2014 lalu.
Ia dan keluarga besarnya baru saja pindah ke rumah barunya itu setahun lamanya.
Setelah bangunan rumah berdiri, sialnya pemerintah setempat memberi tahu Gao jika bangunan rumahnya itu berdiri di tengah-tengah pembangunan jalan baru.
Tentu saja keberadaan rumah Gao tersebut terpaksa dihancurkan lantaran akan mengganggu konstruksi jalanan.
Baca: Dapat Penghargaan dari KSAD, Ini Prestasi Istri Serka Sarjono
Sebagai kompensasi untuk direlokasi, pemerintah menawarkan uang sekitar 1 juta yuan atau sekitar Rp 2 miliar.
Kendati mendapatkan uang ganti rugi yang cukup besar, Gao tidak rela rumah impiannya itu akan dihancurkan begitu saja.
Sejak saat tahun 2017 lalu, Gao telah mencari alternatif untuk mempertahankan rumahnya itu.
Setelah mendapatkan info dari salah satu kawannya, Gao disarankan untuk menghubungi perusahaan Yancheng yang bergerak di bidang khusus rumah bergerak jarak pendek.
Baca: Bangunan Pasar Merdeka Samarinda Goyang-goyang dan Rawan Ambruk, DPRD Minta Lakukan Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rumah-geser_20180416_150558.jpg)