Wanita Ini yang Menemani Soekarno dalam Detik-detik Terakhirnya, Bukan Fatmawati
Sudah bukan rahasia lagi, jika Bung Karno dikenal sebagai sosok yang karismatik.
TRIBUNKALTIM.CO - Semua orang pasti kenal dengan nama Soekarno.
Ya, pria yang lebih akrab disapa Bung Karno inilah yang kemudian disebut Bapak Proklamator Indonesia.
Sepak terjangnya dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia terurai manis dalam catatan sejarah Indonesia.
Tak hanya urusan perjuangan, kehidupan pribadi Soekarno juga masuk ke dalam catatan sejarah Indonesia.
Termasuk tentang kisah asmaranya dengan beberapa perempuan.
Baca: Ini Fakta Berbeda yang Terungkap soal Video Rencana Penyusupan #2019GantiPresiden di CFD
Baca: Laga Barcelona vs Real Madrid, Zidane Tolak Beri Sambutan kepada Tim Juara
Baca: Pensiunan Guru Ini Sukses Antarkan Muridnya Jadi Wakil Walikota, Pesannya Mengharukan
Sudah bukan rahasia lagi, jika Bung Karno dikenal sebagai sosok yang karismatik.
Maka tak heran jika banyak wanita yang jatuh hati pada Sang Putera Fajar itu.
Beberapa deretan nama perempuan tercatat dalam sejarah sebagai istri Bung Karno.
Mulai dari Oetari, Inggit Garnasih, Fatmawati, Hartini, Haryati, Kartini Manoppo, Ratna Sari Dewi, Yurike Sanger dan Heldy Djafar.
Dari ke sembilan nama itu, yang paling dikenal masyarakat Indonesia adalah Fatmawati.
Baca: Staf Pemasaran PT ATM Didamprat Jamaah, Sudah Bersiap Gadaikan Rumah
Baca: OTT Anggota Parlemen RI, KPK Amankan 1,9 Kilogram Logam Mulia
Baca: Raditya Dika Sumringah Dapat Ucapan Langsung dari Presiden Jokowi Saat Resepsi Pernikahannya
Namanya tercatat dalam sejarah sebagai Ibu Negara yang menjahit Bendera Sang Saka Merah Putih Indonesia.
Kisah cinta Soekarno dan Fatmawati bermula saat masa pembuangan Sang Proklamator itu di Bengkulu.
Meski terpaut 22 tahun, keduanya tetap menikah pada 1 Juni 1943.
Setelah Indonesia merdeka, Fatma secara resmi menjadi Ibu Negara yang pertama.
Ia juga yang menjahit bendera pusaka merah putih.
Baca: Tundukkan Persiba, Pelatih Blitar United Akui Pemainnya Bermain Baik
Baca: Retak Tulang Tangan Malah Bikin Loris Karius Tak Tergantikan di Liverpool
Baca: Bocah 7 Tahun Tulis Surat Sebelum Meninggal, Kisah Pilunya Jadi Pelajaran Penting Buat Para Orangtua
Namun, pernikahan ini pun tak bertahan lama.
Bung Karno kembali terpikat dengan pesona wanita lain yang bernama Hartni.
Pertemuan pertama Bung Karno dan Hartini terjadi di Candi Prambanan, Jawa Tengah.
Namun, sumber lain menyebutkan jika pada 1952, Hartini berkenalan dengan Soekarno di Salatiga.
Satu tahun kemudian, Hartini dan Soekarno kembali bertemu saat peresmian teater terbuka Ramayana di Candi Prambanan.

Pada 7 Juli 1953, akhirnya Soekarno dan Hartini menikah di Istana Cipanas.
Beberapa tahun setelah menikah, tepatnya pada 1964 Hartini pindah ke salah satu paviliun di Istana Bogor.
Hartini Soekarno kemudian dikenal sebagai salah satu wanita setia yang sempat mengisi hidup Soekarno.
Baca: Marshanda Makin Pede Umbar Kisah Asmara, Unggah Moment Kebersmaan dengan Pacar Barunya
Baca: Duh, 14 Oknum Guru di Kabupaten Ini Tertular HIV; Sebagian Terungkap Jelang Pernikahan
Baca: Simak 5 Fakta Atraksi Maut Santri Dilindas Mobil di Berau, Pertunjukan Tanpa Latihan?
Ia juga tetap mempertahankan status pernikahannya sampai ajal menjemput Soekarno.
Di akhir hayatnya, Bung Karno diketahui terkena penyakit gagal ginjal dan sempat di Wina, Austria.
Dan ternyata, di pangkuan Hartinilah Bung Karno menghembuskan napas terakhirnya di RS Gatot Subroto pada 21 Juni 1970, dikutip Grid.ID (18/08/2017). (*)