Ledakan Bom di Samarinda
Masih Ingat Alvaro, Bocah Korban Bom Gereja Oikumene? Ini yang Harus Dilakukannya Sekarang
Hingga saat ini Alvaro masih terus menjalani sejumlah operasi untuk memulihkan kondisinya pasca ledakan.
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih ingat dengan Alvaro Aurelius Tristan Sinaga (6), salah satu bocah korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Samarinda, Kaltim, pada 13 November 2016 silam ?
Hingga saat ini Alvaro masih terus menjalani sejumlah operasi untuk memulihkan kondisinya pasca ledakan yang mengakibatkan seorang bocah teman Alvaro meninggal dunia.
Marsyana Tiur Novita Sagala (41) ibu Alvaro menceritakan tentang kondisi anak semata wayangnya itu.
Novita panggilan akrabnya menjelaskan, saat ini dirinya bersama suami tengah berada di Kuala Lumpur, Malaysia guna proses operasi lanjutan Alvaro.
Baca: Terungkap Ini Penyebab Stefanus Marah dan Habisi Nyawa Calon Istrinya
Pasca ledakan bom tersebut, Alvaro telah keluar masuk ruang operasi di Samarinda sebanyak 28 kali, termasuk 6 kali operasi tempel kulit.
Sedangkan, di rumah sakit Kuala Lumpur, Alvaro telah menjalani 3 kali operasi.
"Dia anak saya satu satunya, makanya saya berusaha memperjuangkan dia untuk memperbaiki keadaannya," ucap Novita kepada TRIBUNKALTIM.CO, Senin (7/5/2018).
Baca: BREAKING NEWS - Kebakaran Besar Landa Permukiman Temindung Permai saat Warga Tidur Pulas
Dia menjelaskan, di bawanya Alvaro menjalani perawatan di RS Kuala Lumpur, guna menumbuhkan kembali rambut di kepalanya, pasalnya akibat terkena ledakan bom tersebut, sel rambut Alvaro mengalami kerusakan, yang mengakibatkan rambutnya tidak lagi dapat tumbuh.
"Dokter di Samarinda dan KL menyatakan rambutnya tidak dapat tumbuh, namun bisa kembali tumbuh dengan membuat sel rambut baru dengan cara memasang balon di kulit kepala," ucapnya.
Baca: Debat Publik Pilgub Kaltim Kedua di I News TV, Tiap Paslon Siapkan Isu Kesejahteraan
"Jadi, kulit rambutnya yang tidak tumbuh dibuang dan ditarik dari benjolan, balon yang dikembangkan itu untuk menutupi, sehingga kelak rambutnya akan berkembang sesuai pertumbuhannya," tambahnya.
Operasi pertama pemasangan balon yang jumlahnya tiga buah itu dilakukan pada 4 Februari silam, lalu pada 4 Mei lalu Alvaro menjalani operasi pengangkatan balon, sekaligus pemasangan kembali tiga buah balon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/alvaro-aurelius-bocah-korban-ledakan_20180507_151342.jpg)