Rabu, 13 Mei 2026

Dinas Pendidikan Balikpapan Berantas Radikalisme Melalui Cara Ini

Namun, kata dia, dalam setiap kesempatan jika ada pelajaran agama dan pendidikan kewarganegaraan selalu disisipkan imbauan.

Tayang:
Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN – Guru Agama dan Guru Pendidikan Kewarganegaraan yang mengajar di lembaga pendidikan formal Kota Balikpapan belakangan ini rajin memberikan imbauan kepada para pelajarnya untuk menjauhi sikap radikal dan terorisme.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Muhaimin, mengatakan kepada Tribunkaltim, selama ini kurikulum mengenai bahaya radikalisme di kalangan pelajar di Kota Balikpapan belum diterapkan.

Namun, kata dia, dalam setiap kesempatan jika ada pelajaran agama dan pendidikan kewarganegaraan selalu disisipkan imbauan dari guru mengenai dampak negatif sikap radikalisme.

Baca: Karyawan Pertamina Jadi Tersangka Belum Punya Pengacara, Ini yang Dimintanya

“Bicara soal kurikulum itu muaranya ada di Kementrian Pendidikan. Kalau sekarang diubah ada isi tentang bahaya radikalisme pasti kami ikuti kurikulumnya,” ujarnya pada Selasa (22/5/2018) di Pameran Kaligrafi Islam, Museum Dahor Heritage Balikpapan.

Pastinya dia pun secara pribadi sengat setuju, edukasi mengenai anti radikalisme dan terorisme mesti dimasukkan dalam mata pelajaran pendidikan formal.

Nanti bisa dimasukan dalam pelajaran muatan lokal atau pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

“Jadi sekarang hanya sebatas imbauan saja dari guru-guru, meski di kurikulum belum dimasukkan. Dari  Kemenag juga ikut berikan imbauan ke guru-guru agama untuk ikut beri edukasi deradikalisasi,” ujarnya.

Seluruh sekolah yang ada di Kota Balikpapan sudah dimbau, untuk selalu memberikan pemahaman de radikalisasi ke kalangan pelajar.

Baca: Heboh, Video Wanita di Berau Aniaya Balita hingga Mengucurkan Darah

Radikalisme dianggap fenomena yang membahayakan, rentan mempengaruhi di kalangan anak-anak muda.

“Semua SMK dan SMA tidak terlepas dari bimbingan. Sekolah bekerjasama juga dengan Kemenag dan Polri,” kata Muhaimin, yang rambutnya berciri selalu klimis hitam mengkilap.

Tak hanya di dalam kelas, di luar pelajaran para siswa siswi pun tidak pernah absen diberikan wawasan mengenai ancaman radikalisme dan terorisme. Seperti di antaranya di sampaikan dalam kegiatan apel upacara setiap hari senin yang pembicaranya dari kepolisian dan pemuka agama dari Kemenag.

“Kami selalu ingatkan NKRI harga mati. Mengajarkan semua agama itu membawa nilai kebaikan. Tidak boleh saling bunuh membunuh sesama manusia walau berbeda pandangan,” tegasnya.

Kini pun, semua pendidikan formal yang berbasiskan agama di Kota Balikpapan tidak ada satu pun yang tidak melaksanakan upacara bendera.

Baca: 4 Kali Pakai Busana yang Sama di Acara Penting, Ternyata Ini Alasan Kate Middleton, Sungguh Mulia!

Semua sekolah baik negeri dan swasta mesti selenggarakan upacara bendera demi menunjukkan kecintaan terhadap tanah air dan menumbuhkan kader generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved