Parenting
Terungkap, Kemampuan Bahasa dan Musik Bikin Otak Lebih Sehat
Apakah Anda termasuk kelompok polyglot (bisa lebih dari dua bahasa) sekaligus gemar memainkan alat musik?
Hasilnya, musisi mengingat suara lebih cepat dibanding individu dalam kelompok lain.
Sementara itu, individu dalam kelompok musisi yang bisa berbicara lebih dari satu bahasa lebih tepat dalam menjawab lokasi suara.
Para bilingual juga cepat merespons suara yang diperdengarkan, kendati tidak secepat musisi.
Sedangkan mereka yang bukan pemusik dan hanya bicara dalam satu bahasa lebih lambat menangkap informasi suara.
“Orang-orang yang berkomunikasi dua bahasa mungkin butuh waktu lebih lama untuk memproses suara. Pasalnya informasi tersebut mesti dicerna dulu lewat dua bahasa,” ujar Dr Alain.
Ini sesuai dengan gambaran aktivitas otak para bilingual.
Alain menambahkan, area pemahaman bicara di otak lebih aktif dibanding area lain.
Dengan demikian, otak para polyglot dan musisi sudah langsung tahu area mana yang mesti dipakai ketika merekam memori.
Bagian otak langsung sigap dan mengetahui fungsinya masing-masing.
Sehingga, otak tidak perlu bekerja keras mengaktifkan seluruh jaringannya, padahal tidak terpakai.
Temuan ini sekaligus mengarahkan pada pemikiran mendatang bahwa musik dan bahasa mampu menangkal demensia dan penurunan fungsi kognitif. (Kompas.com/Shela Kusumaningtyas)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belajar Bahasa dan Musik Bikin Otak Lebih Sehat, Ini Alasannya"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/siswa-sd-main-musik_20180602_145807.jpg)