Pilgub Kaltim 2018

DPT Pilgub Kaltim Bertambah 499 Pemilih

Ketua KPU Kaltim menjelaskan, perubahan jumlah data pemilih hanya terjadi di Kota Balikpapan.

DPT Pilgub Kaltim Bertambah 499 Pemilih
Tribun Kaltim/Doan Pardede
Rapat Pleno Terbuka dalam rangka Perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018 di aula KPUD Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (13/6/2018). 

Untuk itu, KPU Kota Balikpapan diminta untuk segera melengkapi data-data detail seputar perubahan tersebut. Dan berdasarkan informasi yang diterimanya, perubahan DPT di Kota Balikpapan ini tidak mengakibatkan jumlah TPS bertambah.

"Kalau TPS-nya nggak bertambah. Jadi tetap saja," ujarnya. 

Ada Perluasan Kilang Minyak 

Adanya perubahan data pemilihan pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018 setelah resmi ditetapkan  bulan April 2018 lalu, ternyata menuai reaksi dari Tim Sukses (Timses) Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, Syaharie Jaang - Awang Ferdian Hidayat. 

 Hal ini terungkap dalam Rapat Pleno Terbuka dalam rangka Perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kaltim tahun 2018 yang digelar KPU Kaltim di aula KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Rabu (13/6/2018). 

 Timses Paslon Nomor urut 2 meminta agar KPU Kaltim atau KPU Kota Balikpapan segera mengirimkan data detail seputar perubahan tersebut. Termasuk nama dan alamat (by name by address) para pemilih. 

Untuk diketahui, dalam Rapat Pleno tersebut, DPT untuk Pilgub Kaltim tahun 2018 yang sebelumnya sudah ditetapkan sebanyak 2.329.657 pemilih pada bulan April 2018 lalu diubah menjadi 2.330.156 pemilih, atau bertambah sebanyak 499 pemilih. Perubahan data hanya terjadi di Kota Balikpapan.

Sementara di Kabupaten/Kota lainnya

Anggota KPU Kota Balikpapan, Purwo Atmojo menjelaskan, perubahan jumlah pemilih ini hanya ada di Kecamatan

Balikpapan Utara. Setelah ditelusuri, salah satu penyebabnya adalah adanya perluasan kilang minyak di kawasan tersebut, yang mengakibatkan warga terpaksa berpindah domisili. Dia juga memastikan bahwa penambahan jumlah pemilih tidak mengakibatkan penambahan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). 

"Ketika dilakukan coklit (pencocokan dan penelitian) nggak ada orangnya, dicoret dari DPS. Ternyata setelah DPS diumumkan, orangnya muncul," jelasnya.  

Terkait permintaan data pemilih terbaru "by name by address" yang diminta oleh Timses Paslon Nomor urut, menurutnya tidak ada masalah dan bisa disiapkan. 

"Ada datanya, nama dan alamatnya," ujarnya

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved