Pilgub Jawa Barat

Fenomena Baru di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Ungkapkan Hal Ini

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi, menyebutkan fenomena baru muncul di pemilihan gubernur Jawa Barat tahun ini.

Fenomena Baru di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Ungkapkan Hal Ini
KOMPAS.com/Reni susanti
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi 

Akan tetapi, prediksi tersebut jauh dari kenyatannya.

Pasangan Sudrajat-Syaikhu menyalip perolehan suara Duo DM.

Baca: Real Count KPU Jabar Data 92,30 Persen, Ridwan-Uu Masih di Urutan Pertama

“Anda bayangkan, mohon maaf, elektabilitas di awal rendah, lalu naik ke 10 persen. Kemudian, loncat ke 15 persen sampai akhirnya 28 persen saat pemilihan. Ini bukti tren citra yang kemudian beralih ke gerilya teritorial,” kata Dedi.

Terhadap fenomena tersebut Dedi menyebutkan bahwa terdapat gelombang peralihan pilihan politik seminggu jelang pemilihan berlangsung Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

“Artinya, ada pergerakan besar dengan strategi yang ampuh, menyasar teritorial dengan cara bergerilya. Sehingga, akibatnya mengubah konstelasi Pilgub Jabar,” sebutnya.

Gelombang peralihan dukungan itulah yang mengakibatkan ceruk suara Duo DM tergerus sampai hari pencoblosan.

Karakteristik pemilih Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memang berbeda.

Dedi mengatakan, Deddy Mizwar memiliki basis pemilih yang banyak beririsan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasalnya Deddy didukung oleh partai berbasis pemilih Islam itu saat berpasangan dengan Ahmad Heryawan di Pilgub 2013.

Awalnya PKS sendiri pernah mewacanakan untuk mendukung Deddy Mizwar dengan Ahmad Syaikhu untuk Pilkada Jabar tersebut.

Baca: Dilema Pengangkatan KM Sinar Bangun, Tetap Dievakuasi atau Tabur Bunga Doakan Korban?

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved