Arbain Rambey Beberkan Kriteria Hasil Foto yang Unggul
Arbain Rambey, salah satu fotografer senior pada Harian Kompas membeberkan bagaimana sebuah foto dapat dikatakan unggul.
Laporan wartawan Tribunkaltim, Aditya Rahman Hafidz
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Arbain Rambey, salah satu fotografer senior pada Harian Kompas membeberkan bagaimana sebuah foto dapat dikatakan unggul.
Hal tersebut disampaikan saat bersua dengan Tribunkaltim.co usai acara Silaturahmi Komunitas Kreatif Balikpapan gelaran SKK Migas - Pertamina EP, di Hobbies Cafe and Lounge, jalan Mayor TNI AD Imat Saili (Sungai Ampal), Sabtu (7/7/2018) malam.
"Pertanyaan yang selalui saya dapat adalah bagaimana sih cara memotret yang bagus? Bagus itu tidak pernah ada definisinya. Seperti juga nasi goreng enak, apa definisinya? Orang tidak bisa mengatakan nasi goreng enak itu seperti apa, tapi orang tau nasi goreng itu enak atau tidak. Demikian pula foto," ujarnya.
Baca: Pertamina EP Ajak Puluhan Komunitas di Balikpapan Sharing Industri Kreatif
Pria yang sudah tertarik di bidang fotografi sejak 5 tahun tersebut mengatakan kesalahan orang selama ini adalah kerap mengatakan bahwa foto yang mereka potret tidak bagus.
"Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa disimpulkan, yang pertama adalah foto bagus itu tidak ada definisinya, tetapi bisa dijabarkan. Sesungguhnya foto unggul itu ada tiga definisi, yaitu bagus, indah dan menarik," ungkapnya.
Ia menjelaskan pada definisi pertama, foto bagus adalah foto yang sesuai dengan target pembuatannya.
"Jadi jika itu adalah foto menu, targetnya adalah jika orang lihat, mereka ingin makan. Foto interior, orang yang lihat, ingin masuk. Foto travelling, orang lihat foto itu, ingin kesitu," ujarnya.
Pria lulusan Teknik Sipil di Institut Teknologi Bandung tersebut mengatakan dari target awal tersebut sebuah foto menjadi bagus.
Seorang fotografer harus selalu tahu apa yang akan ia lakukan sebelum turun ke lapangan mengambil gambar.
Baca: Jadwal dan Live Streaming F1 GP Inggris di Sirkuit Silverstone, Lewis Hamilton Start Terdepan
"Misalnya ketika saya ingin memotret pernikahan keponakan saya, foto saya harus bagus. Nah, dia harus berfikir dulu foto bagus itu seperti apa. Foto ponakannya mungkin menangis dipangkuan ibunya minta restu. Atau sewaktu akad nikah, mempelai pria bersalaman dengan ayah mempelai wanita, misalkan. Jadi ada titik-titik harus rekap. Kalau itu semua dapat, itu bagus," jelasnya.
Ia melanjutkan, yang kedua adalah foto indah, yang pada dasarnya adalah foto yang secara teknik pengambilan gambar menghasilkan foto yang fokus, warna yang benar, tidak miring dan tidak terpotong-potong.
Namun, foto yang indah belum tentu bagus.
"Begitupun sebaliknya. Ada foto yang secara visual tidak indah sekali, tetapi karena targetnya kena, jadi bagus," ujarnya.
Yang terakhir, ia menjelaskan foto yang unggul adalah foto yang menarik, dimana foto yang menarik adalah foto yang bagus dan indah, tetapi berbeda dengan foto yang selama ini orang lihat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/arbain-rambey_20180708_134340.jpg)