Pengamat Hukum Ini Sarankan Golkar Segera PAW Terpidana Kasus Megapungli dari DPRD Samarinda

Terlebih, saat ini Golkar memerlukan banyak simpati rakyat untuk kembali mengarungi pemilihan legislatif (Pileg) 2018.

Pengamat Hukum Ini Sarankan Golkar Segera PAW Terpidana Kasus Megapungli dari DPRD Samarinda
TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Jafar Abdul Gaffar, dikawal petugas berseragam hitam dari Subdit 3 Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Kaltim, di bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Sabtu (14/7/2018). Ia menjalani eksekusi putusan MA, setelah terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang dari hasil pengelolaan lahan parkir dan Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terpidana kasus megapungli Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Samudra Sejahtera (Komura), Jafar Abdul Gaffar telah dieksekusi kejaksaan. Kini Gaffar ditahan di Lapas Samarinda.

Kendati ditahan, sampai saat ini, Gaffar masih tercatat sebagai Anggota DPRD Samarinda.

Golkar, selaku partai yang mengusung Gaffar belum mengajukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) dari DPRD Samarinda.

Kondisi demikian disayangkan oleh Pengamat Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), Herdiansyah Hamzah.

"Harusnya sudah di PAW juga di DPRD," kata Castro, sapaan Herdiansyah Hamzah, mengomentari eksekusi Gaffar, yang berlangsung beberapa hari lalu.

Menurut Castro, Golkar akan mengalami kerugian jika memertahankan Gaffar di kursi legislatif.

Terlebih, saat ini Golkar memerlukan banyak simpati rakyat untuk kembali mengarungi pemilihan legislatif (Pileg) 2018.

"Justru Golkar yang rugi kalau tidak segera diusulkan untuk di PAW. Golkar bisa dianggap melindungi terpidana. Itu kan menciderai jargon partainya sendiri," urai Castro.

Baca juga:

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved