Rabu, 22 April 2026

Fokus Cari Sumber Cemaran Minyak, Tim Gakkum Cocokan Sidik Jari Minyak Lewat Ini

Saat ini, Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK Pusat dan Kalimantan lebih memfokuskan pencarian sumber minyak

Editor: Sumarsono
TRIBUN KALTIM
tumpahan minyak ww 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Saat ini, Tim Penegakkan Hukum (Gakkum) KLHK Pusat dan Kalimantan lebih memfokuskan pencarian sumber minyak dengan mencocokan sidik jari minyak lewat uji Finger Print Oil di lokasi tumpahan dengan data sampel acak muatan sejumlah kapal yang melintas sebelum kejadian tumpahan berlangsung, Jumat hingga Sabtu ini.

Beberapa jam setelah mendarat di perairan Balikpapan, harinya, Minggu (22/7/2018) seusai mengambil sampel sisa kandungan minyak di Pantai Melawai, tepatnya belakang dermaga Lanal Balikpapan, lokasi terkonsentrasi tumpahan, enam personel Gakkum KLHK langsung memeriksa acak sejumlah kapal yang kebetulan sandar di dermaga kilang pengolahan Pertamina RU V.

"Kita pelajari, kejadian kapan, pergerakan kapal kita klopkan target baru kita ke situ (dermaga Pertamina)," ujar Sumarna, Ahli Muda Pengawas Lingkungan Hidup, Dirjen Gakkum KLHK yang memimpin tim, Minggu (22/7/2018) malam usai pengambilan sampel.

Baca: Tim Gakkum Cari Sumber Tumpahan Minyak di Pantai Melawai, Periksa Kapal secara Acak

Hal itu, lanjut dia bersesuaian dengan metode kerja mereka yakni berpatokan pada petunjuk awal, identifikasi, pengecekan lapangan dan penyusunan langkah tindaklanjut.

Sejauh ini, Sumarna menyebut pemeriksaan masih difokuskan ke sejumlah kapal di rentan waktu yang mereka tetapkan, dan belum berencana meneliti objek dan lokasi lain. "Sementara ini, kapal dulu," katanya.

Walaupun ada dugaan tumpuan berasal dari sejumlah kapal acak yang mereka periksa, dirinya enggan menyempitkan investigasi dari kemungkinan sumber tumpahan dari kemungkinan lain.

"Belum, masih belum selesai, baru awal. Bisa saja kebocoran dari mana gitu, kita ga tahu. Semisal kapal kecil, kita ga tahu," katanya.

Senin (hari ini), tim Gakkum akan berkunjung ke Kantor Kesayahbandaran dan Otoritas Kepelabuhan Kelas 1 Balikapapan untuk memonitor kapal yang bergerak di periode Jumat sampai Sabtu kemarin.

Rencanya pengumpulan data di Balikpapan berlangsung hingga Selasa esok.

Baca: Pencemaran Minyak di Teluk Balikpapan, KLHK Belum Cabut Larangan Berenang

Sejauh ini, Pertamina Unit Pengolahan 5 Balikpapan dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan sudah terlebih dahulu mengambil sampel minyak dan bersiap merilis hasilnya.

Sumarna menyebut, untuk kedua sampel yang diambil dua institusi ini, hanya mengecek kandungan minyak.

"Kalau kita kan finger print (pengecekan sidik jari minyak) lain metodenya, misalnya dia punya rantai hidrokarbon berapa dan kita cari. Tujuan kita cari si pencemar," ujarnya.

Sampel guna pengecekan sidik jari itu dilakukan di Laboratorium Lemigas di Jakarta, dan diprediksi memakan waktu minimal 14 hari kerja sebelumnya ditemukan hasilnya.

Keluaran hasil penelitian ini, dilaporkan ke Direktorat Jendral Gakkum KLHK, untuk ditindaklanjuti apakah ada unsur pidana atau perdata.

Pun, jika nanti hasil uji sidik jari minyak itu cocok dengan salah satu muatan kapal yang mereka periksa. Atau, ditemukan pelaku pencemar dari sumber lain, maka langkah pertama yang wajib dilakukan si pencemar adalah pemulihan lingkungan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved