Breaking News
Selasa, 21 April 2026

Edisi Cetak Tribun Kaltim

Masih Ada Orangtua Tolak Vaksin MR

Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kaltim mencanangkan kampanye imunisasi campak dan Measles Rubella (MR).

Penulis: tribunkaltim | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim

"Setelah divaksin apakah sudah menjamin anak itu tidak sakit? Tidak ada jaminan, seolah‑olah ini dipaksakan. Harusnya pemerintah juga membuat surat pernyataan, bahwa pemerintah bertanggung jawab," ucap Heri.

Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Balikpapan H Abdul Gafur SPd menyatakan tetap mendukung program pemerintah berupa kegiatan imunisasi campak dan rubella (MR).

Sebagai sekolah di bawah naungan Kementerian Agama, dirinya sudah mengirim surat pemberitahuan kepada orangtua terkait pelaksanaan imunisasi MR. Dari 892 siswa bersedia untuk diimunisasi, 13 anak tidak bersedia. Alasan menolak, mereka masih diragukan kehalalan vaksin tersebut.

"Anak itu ada yang mengawasi dan orangtua mereka membuat surat pernyataan menolak di vaksin. Ya kami juga tidak bisa berbuat apa‑apa. Kan mereka orangtuanya," ujarnya.

Baca: Menantu Siti Nurhaliza Disebut Mirip Ayu Ting Ting, Lihat Foto-fotonya

Pro dan Kontra

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengirimkan surat kepada Kementerian Kesehatan agar menunda pemberian vaksin Measles Rubella (MR). Penundaan tersebut karena Kemenkes belum melakukan sertifikasi halal terhadap vaksin itu.

Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan MUI KH Cholil Nafis membenarkan adanya surat tersebut. Menurut Cholil, MUI ingin agar kemenkes melakukan sertifikasi halal terlebih dahulu sebelum melakukan vaksin.

"Iya betul ada (surat itu). Jadi kita minta kepada kemenkes agar dilakukan sertifikasi halal karena memang di masyarakat ada permintaan itu. Jadi mungkin untuk memenuhi hak masyarakat muslim, ya dipenuhilah dulu untuk sertifikasi halalnya," kata Cholil saat dikonfirmasi, Rabu (1/8) sore.

Baca: Balapan Akhir Pekan Ini, Valentino Rossi Berpotensi Cetak Rekor Baru di MotoGP Ceko 2018

Menurut Cholil, saat ini terhadap vaksin tersebut belum mendapatkan sertifikasi halal. Maka dari itu, apabila di kalangan masyarakat tersebar informasi bahwa vaksin MR halal, itu merupakan informasi yang tidak benar.

"Itu kan tak pernah dilakukan permintaan untuk disertifikasi halal ke MUI.. Tapi ke bawah kok isunya itu sudah sertifikasi halal. Padahal tidak pernah," ujar Cholil

Menurut Cholil, imunisasi merupakan bagian dari upaya pengobatan yang diwajibkan oleh agama Islam. Tetapi, dalam praktiknya Islam juga mewajibkan obat‑obatan yang digunakan harus halal. Untuk itu, MUI siap membantu Kementerian Kesehatan untuk menyukseskan program imunisasi tersebut.

"MUI menyatakan kesiapan untuk membantu Kementerian Kesehatan mencari solusi demi suksesnya pelaksanaan Gerakan Nasional Imunisasi MR yang bersesuaian dengan ketentuan ajaran Islam," tandasnya.

Baca: Restrukturisasi Ramayana Membuahkan Hasil Rp 2,4 Triliun

Sementara, menurut Sri Harsi Teteki, Direktur Pemasaran Bio Farma, kesiapan perusahaannya dengan pasokan vaksin MR sebanyak 57.843.570 dosis atau mencukupi target imunisasi Kemenkes.

"Saat ini hanya ada 2 produsen vaksin MR antara lain China dan India, tetapi yang memiliki persyaratan lengkap hanya dari India," tuturnya.

Sri mengungkapkan, vaksin MR yang digunakan untuk tahap 1 dan 2 berasal dari India.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved