Mossad Diduga Berada di Balik Tewasnya Aziz Asbar Pakar Senjata Roket dari Suriah

Dinas rahasia Israel Mossad diduga kuat berada di balik pembunuhan Aziz Asbar pakar senjata dan roket asal Suriah

Mossad Diduga Berada di Balik Tewasnya Aziz Asbar Pakar Senjata Roket dari Suriah
youtube
Aziz Asbar pakar senjata dan roket asal Suriah, menurut laporan The New York Times sudah ada empat pakar persenjataan Suriah yang terbunuh dalam berapa tahun terakhir. 

TRIBUNKALTIMCO, TEL AVIV- - Dinas rahasia Israel Mossad diduga kuat berada di balik pembunuhan Aziz Asbar pakar senjata dan roket asal Suriah. Jika dugaan ini benar maka Aziz Asbar menjadi pakar senjata keempat yang dibunuh Israel di luar negeri selama empat tahun terakhir. Demikian menurut harian The New York Times.

Aziz Asbar, yang membantu Suriah memiliki misil dengan tingkat presisi amat tinggi, tewas akibat bom mobil di kota Masyaf, Suriah pada Sabtu (4/8/2018).

Lokasi tewasnya Asbar tidak jauh dari sebuah fasilitas penelitian senjata yang penting di Suriah. Harian pro-pemerintah Suriah Al-Watan langsung mengacungkan jari ke arah Israel.

Menurut harian Times, Asbar memiliki akses tak terbatas ke para petinggi pemerintah Suriah dan Iran dan mengatur sendiri staf pengamanan pribadinya. Harian Times mengutip seorang perwira senior sebuah dinas rahasia negara Timur Tengah.

Dr. Aziz Asber, foto yangberedar di media sosial
Dr. Aziz Asber, foto yangberedar di media sosial (haaretz.com)

Baca: Perkamen Kitab Torat dan Artefak Yahudi di Suriah Hilang, kini Muncul di Turki

Baca: Kisah Hatf Saiful, Bocah Asal Indonesia Jadi Petarung ISIS dan Tewas saat Bertempur di Suriah

Baca: Misil AS dan Inggris Gempur Suriah Tewaskan 26 Orang

Perwira intelijen itu mengatakan, Israel yakin Asbar sedang memimpin sebuah kelompok riset bernama Sector 4 yang mengembang sebuah senjata rahasia.

Tim pimpinan Asbar ini merupakan bagian dari Pusat Riset dan Studi Sains Suriah. Demikian penjelasan perwira intelijen itu.

Perwira tersebut melanjutkan, Asbar sedang bekerja untuk meningkatkan kemampuan misil-misil milik Suriah, misalnya melengkapi roket-roket SM600 Tishreen dengan sistem pemandu canggih.

Dengan penambahan sistem pemandu itu, maka roket-roket tersebut bisa menghantam sasaran yang berjarak ratusan kilometer dengan tepat, termasuk sasaran di Israel.

Asbar juga menjadi bagian vital tim yang membangun sebuah tempat produksi roket berbahan bakar padat, yang lebih aman ketimbang misil berbahan bakar cair.

Staf medis Suriah mengambil bagian dalam latihan pelatihan untuk belajar bagaimana membantu korban serangan senjata kimia, dalam kursus yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Staf medis Suriah mengambil bagian dalam latihan pelatihan untuk belajar bagaimana membantu korban serangan senjata kimia, dalam kursus yang diselenggarakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). (Foto kredit: MURAD SEZER / REUTERS)

Baca: Militer Suriah Serang Wilayah Provinsi Daraa, 45.000 Penduduk Melarikan Diri

Baca: Rudal Patriot Israel Tembak Jatuh Drone di Perbatasan Suriah, Beberapa Jam Sebelum William Tiba

Baca: Jet Tempur Irak Bombardir Wilayah Hajin Suriah Timur, 45 Anggota ISIS Tewas

Sang ilmuwan dikabarkan memiliki akses tak terbatas di istana kepresidenan Suriah di Damaskus dan bekerja sama dengan Mayor Jenderal Qassem Soleimani, komandan Pasukan Quds Iran yang berada di Suriah.

Halaman
123
Editor: Priyo Suwarno
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved